Biarkan Syair “Mengalir”


Telaga itu…
Kini telah habis airnya…
Entah kemana larinya,
Aku tak tahu…
Bayanganku pun tak tampak
Tak bisa ku lihat senyumku lagi
Meski aku meneteskan
Berbutir-butir air mata
Telaga itu tetap kering…
Tak ada yang tahu…
Hanya aku…
Bahkan telaga itu tak tahu…
Kerongkongan ini rasanya rindu…
Rindu merecap bulir air,
Apa harus menangis dulu?
mata mengeluarkan air…
Dan minum air mata…

By : Zenith Tacia Ibanez

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s