CERITA TENTANG GANDUM


by Zenith Tacia Ibanez

Hari ini menyedihkan, bahkan aku sempat merasa iri hanya dengan sebuah film kartun yang baru saja aku tonton… Subhanallah,tapi aku juga kagum denganMu. Ya Rabb, bukankah tidak ada hal yang sempurna didunia ini?kecuali masing-masing hati kami mensyukuri segala pemberianMu… Tapi dengan akal dan perasaan ini, bagaimana aku harus menggunakannya? selalu muncul masalah dan kemudian berbagai macam jalan keluar tercipta dengan sendirinya.,, tidak seperti film-film kartun yang lugu itu…seolah-olah malaikat, dan peri berputar-putar di atas cahaya, bicara dan tunjukan arah ketika ada yang putus asa lagi gundah perasaannya… Aku ingin bertanya padaMu? apakah selama ini, aku… yang tak pernah bersyukur ini, Kau dengar permintaanya…? hehehe…Kadang kala permintaanku yang tidak masuk akal ini baru akan ku sadari ketika aku merenung dan menangis padaMu, Tangisan hanya Kau dan aku yang tahu… Aku ingin sebuah jawaban,yang langsung dariMu aku mendengarnya… dan Al-quran menjawab, akan datang kepadaku 3000 malaikat yang memakai tanda ketika aku membutuhkan pertolongan, tapi akal dan perasaan ini sulit untuk bersabar… =( Bagaimana aku harus menggunakannya Ya Rabb?…

Anggap saja aku ini gandum yang kau tanam, entah darimana aku muncul dan apa jadinya aku, semua yang melampaui batas ini ku serahkan padaMu… yang aku tahu,aku hanyalah benih dari gandum lainnya. Kemudian aku tumbuh ditengah-tengah gandum lain, olehmu aku dirawat dan diperlakukan adil dengan gandum-gandum lainnya. Dari situ aku tahu Maka pastilah aku adalah gandum juga. ya kan? Seandainya aku rumput liar, pasti aku akan dicabut dan dikeluarkan dari ladang ini… Satu demi satu diantaraku nampak sama, tapi sebenarnya berbeda..Dan Kau tahu persis itu…Saat aku ingin tahu mengapa Kau menanam gandum-gandum, aku bertanya pada diriku…Apa yang aku punya untukMu?Aku tidak punya apa-apa…aku berusaha menemukan sesuatu dalam diriku yang aku sendiri tidak tahu… Tapi Kau selalu mengatakan sabar…sabar…dan sabar…Seperti mereka yang telah siap panen, aku masih penasaran,merekaa menangis tapi Engkau tetap tersenyum.. “sudah saatnya mereka digiling, dikuliti dan ditumbuk-tumbuk”, kemudian sebuah gandum diantara kami terpekik “Auwh! itu pasti menyakitkan… dasar kejam!!” kemudian ia bunuh diri, layu mati dan makhluk-makhluk yang tidak percaya padaMu seperti itulah yang Kau sebut dengan kafir….

Aku mengintip dengan dahanku yang terbatas, oh mereka kesakitan ketika Kau mengupas kulit-kulit yang kasar itu.. Bulir-bulir gandum putih berkilauan muncul dari dalamnya,Subhanallah sungguh Engkau mengetahui apa yang ada pada diri kami sedang kami sibuk mengeluh dan merasa diri tak berarti… =) Aku penasaran…Apakah di dalam diriku,ada bulir-bulir yang berkilauan seperti punya mereka itu…Aku ingin tahu…aku ingin tahu Ya Allah…Tapi aku belum siap digiling,dikuliti dan ditumbuk..tumbuk… =( kemudian kau menjawab “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan…bersama kesulitan ada kemudahan”…aku perlu diuji terlebih dahulu, merasa sakit dahulu jika aku ingin tahu apa yang ada pada diriku… Hmmm aku belum cukup siap…Lalu bagaimana Kau menunjukannya padaku? maka aku harus bersabar…Dahanku bertambah tinggi lagi… aku semakin mengerti dengan jelas ada yang Kau lakukan pada gandum-gandum, adapun gandum yang isinya hitam dan tidak sehat, itulah mereka yang tidak bersabar dalam hidupnya…KataMu, gandum-gandum kotor inilah yang nanti akan menjadi bahan bakar tungku perapian dan dibakar bersama arang-arang panas. Sungguh aku tidak ingin berada dalam golongan-golongan mereka…Setiap tahun dahanku semakin tinggi, dan aku mulai dapat mengintip lebih banyak lagi apa maksudMu sebenarnya, gandum-gandum itu akan Kau sulap menjadi ROTI YANG MANIS! =D
Kapan giliranku tiba?? kapan Ya Rabb??… Aku ingin berbulir-bulir gandum berkilauan tumbuh didalam ragaku,aku ingin menjadi ROTI YANG MANIS juga… maka ku relakan semua ini berjalan sesuai sunnatullahMu, ya ya ya… Aku mengerti…AKU TIDAK BOLEH MENDAHULUI NASIB,…

Aku tak sabar menunggu, akalku terus memikirkan apa jadinya aku nanti…aku ingin seseorang yang bisa menenangkan perasaanku… dengan akal dan perasaan ini, bagaimana aku harus menggunakannya? =( Apa jika aku meminta satu malaikat yang nampak itu dikatakan mendahului nasib??dan lagi… lagi Kau menjawab “Hai Zenith, yakinkah kau hanya ingin ditemani seorang malaikat? Coba renungkan apa yang sebenarnya hatimu inginkan… atau kau ini ingin malaikat datang dan membocorkan semua rencanaku padamu??Hayooo…” Aku tak bisa menjawab lagi…. “Tak perlu Kau meminta sesungguhnya telah Ku persiapkan 3000 malaikat yang memakai tanda untukmu, maka bersabarlah =)” Bahkan akal dan persaanku tak berkerja lagi untuk sesaat, aku menemukan jawaban….Alhamdulillah,

One thought on “CERITA TENTANG GANDUM

  1. kamu klo nulis serius amat.๐Ÿ˜€ jagoan dah..
    whahahahaha

    ok, saya kasih sedikit komentar.
    sebenarnya tidak masalah kita dapat peran sebagai gandum atau rumput liar. semua Dia ciptakan tetu ada tujuannya, dengan adanya rumput liar kita bisa tahu klo ternyata gandum itu berharga, baik yang berisi hitam atau malah putih bersih berkilauan, begitu pula gandum hitam, gandum busuk, gandum sehat.๐Ÿ™‚
    pintar2 kita bersyukur aja.

    nice post, keep posting.๐Ÿ˜€

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s