Syair “Kelam”


Lapis embun menebal
Ditiap-tiap belukar melati
Yang memeluk bata semerah darah
Berkilau getir memantulkan semburat bayang

Kala kelopak-kelopak mata mawar
Lebur bersama pekat malam
Sunyi…
Disayat angin…

Lengking-lengkin parau lemah
Tak ku dengar lagi
Entah mati…
Ataukah tertidur??
Bersemayam diatas kasur lusuh,
Tempat mendarat sinar pucat purnama
Dan denting-denting waktu
Seiring kepakan sayap…
Kupu-kupu hitam
Yang berlalu keluar jendela…
Wahai pengantar ruh…
Aku menantimu…

By : Zenith Tacia Ibanez

One thought on “Syair “Kelam”

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s