Film Pilihan “Serdadu Kumbang”


Kabar istimewa untuk para Tau Samawa, ada yang baru loh dari dunia perfilman indonesia…. =)
setelah sukses menggarap film Denias, Senandung di Atas Awan dan Tanah Air Beta, pasangan suami istri Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, kini tengah menyiapkan sebuah proyek film terbarunya, yang diberi judul Serdadu Kumbang.
Di film ini, Alenia–demikian mereka disapa–akan mengedepankan tema pendidikan dalam film yang menjagokan aktor ternama seperti Lukman Sardi, Surya Saputra Titi Sjuman hingga budayawan Putu Wijaya tersebut.
Nia mengatakan mengapa ia mengangkat tema pendidikan, karena dari hasil survei menyebutkan bahwa anak-anak di Indonesia masih banyak yang harus diperhatikan.Oleh sebab itu Nia ingin berbagi pelajaran hidup melalui film.
Cerita Serdadu Kumbang yang diklaim Alenia diangkat dari potongan kisah nyata.Menurutnya film Serdadu kumbang ini bukanlah cerita yang sulit karena diperuntukkan bagi keluarga.Ari sihasale juga berpendapat bahwa untuk memberikan pendidikan bagi anak adalah hak semua orang, bukan hanya guru.
Sementara untuk ide ceritanya, Alenia akan mengangkat kisah tiga orang anak Sumbawa yang berupaya meraih cita-cita.
Alenia pun menjamin bahwa filmnya kali ini tak akan kalah berbobot dengan beberapa karya mereka sebelumnya.

Sinopsis

Karena banyak yang tidak lulus ujian nasional, guru-guru SD & SMP 08 memperketat sistem pembelajaran. Penegakkan kedisiplinan yang kaku itu malah menimbulkan dampak bagi Amek, Dulah, Acan, Ujang dan Umbe. Amek adalah salah satu murid dari sekian banyak murid SDN 08 yang tidak lulus ujian tahun lalu. Sifatnya yang keras hati dan cenderung jahil, membuat ia sering dihukum. Sebaliknya Minun kakaknya yang duduk dibangku SMP, selalu juara kelas dan sering menjuarai lomba matematika sekabupaten Taliwang.
Minun dan Amek tinggal bersama ibunya, Siti, di desa Mantar. Suatu desa yang terletak di puncak bukit, jauh dari perkotaan. Suami Siti, Jaynady, sudah tiga tahun bekerja di Malaysia tapi tidak pernah mengirimkan mereka uang. Di luar desa yang tertata rapi itu, ada sebuah pohon yang tidak begitu tinggi namun rindang. Orang kampung sekitar menyebutnya pohon cita-cita. Pohon itu memang unik. Hampir disetiap dahan diikat dengan tali yang menjulur kebawah karena ujungnya diberi pemberat. Secarik kertas bertuliskan nama seseorang berikut cita-citanya, bersama batu, potongan karang, ataupun kayu, sebagai pemberat tadi.
Minun sangat menyayangi Amek, bukan saja karena adiknya itu tidak lulus ujian tahun lalu, lebih dari itu, Amek memiliki cacat lahir, bibirnya sumbing dan sering menjadi bahan lelucon teman-temannya. Namun Amek memiliki kelebihan, ia mahir berkuda. Sering orang bertanya, apa cita-cita Amek kelak, Amek tidak pernah menjawabnya, bahkan jika gurunya yang bertanya sekalipun. Amek takut kalau orang-orang akan mentertawakannya. Ia sadar betul, cacat dibibirnya telah menjauhkan dirinya dari cita-citanya.
Amek, Acan, Umbe, Minun dan anak-anak sekolah Mantar sangat dekat dengan Guru Imbok, guru favorit. Dia yang paling mengerti keinginan anak muridnya.

Status: Belum beredar
Produser: Nia Sihasale Zulkarnaen, Taufik Kusnandar, Ari Sihasale
Sutradara: Ari Sihasale
Penulis: Jeremias Nyangoen
Pemeran: Yudi Miftahudin, Aji Santosa, Fachri Azhari, Monica Sayangbati, Titi Sjuman, Ririn Ekawati, Lukman Sardi, Asrul Dahlan, Leroy Osmani, Dorman Borisman, Surya Saputra, Gerry Puraatmadja, Putu Wijaya, Fanny Fadillah
Tanggal edar: Kamis, 16 Juni 2011
Warna: Warna

Proses Pengambilan Gambar

Film yang di sutradarai Ari Sihasale ini, sedang dalam tahapan pengambilan gambar di “Tana Samawa”. Dan saat ini kegiatan tersebut tengah berlangsung di pasar Taliwang Sumbawa Barat sejak pagi hari dan akan berakhir pada jam 9 malam.
Mereka telah mengambil gambar di desa Mantar, di Maluk, Townsite dan Kenawa.kegiatan pengambilan gambar juga dilaksanakan di pasar Taliwang dan akan dilanjutkan ke kecamatan Poto Tano serta pulau Bungin.

Dijelaskan Nova Tugu, untuk pengambilan gambar di Sumbawa Barat, mengambil lokasi di 5 tempat berbeda yakni, desa Mantar , Poto Tano, Maluk, Townsite dan Taliwang.

Lokasi pengambilan gambar film sedadu kumbang, 90 porsennya berada di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sedangkankan yang 10 porsennya di wilayah Kabupaten Sumbawa, yakni di pulau bungin dan pacuan kuda krato (melibatkan 300 piguran) di kecamatan Alas.Proses pengambilan gambar film serdadu kumbang telah dimulai sejak 14 november dan akan berakhir di pulau Bungin pada 18 desember 2010.

Sejauh ini dukungan dari PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) dan pemda setempat sangat membantu liputan pengambilan gambar. Kalau tidak ada halangan, filmnya akan diputar serentak di seluruh Indonesia pada bulan juni 2011.
Kegiatan pengambilan gambar di Pasar Taliwang tidak terganggu, meskipun kegiatan jual beli yang selalu ramai di pasar tersebut berjalan seperti biasanya. Ini tak terlepas dari peran petugas kepolisian yang telah diminta untuk mengamankan lokasi syuting.

Film serdadu kumbang difokuskan pengambilan gambarnya di desa mantar karena lokasi tersebut dinilai masih alami dan kondisi landscapenya yang indah. Film tersebut dibintangi artis cilik pendatang baru, Miftahuddin yang berperan sebagai amek. Didukung artis ibu kota, diantaranya Lukman Sardi, Leony,Ririn Ekawati Titi (Indonesia mencari bakat) dan lain-lain.

Wah Bangga banget tumbuh besar di Tana Samawa, Film ini nampaknya mampu mendongkrak semangat Patriotis untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas. Kita para muda wajib nonton pastinya…kita tunggu saja ya perdananya… =D

One thought on “Film Pilihan “Serdadu Kumbang”

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s