SENJA KELAM


By: Zenith Tacia Ibanez

Tangan lembut itu bergetar, menggenggam sepucuk senapan yang ujungnya mengeluarkan asap-asap putih api, masih panas terasa ketika sebuah peluru kecil didalamnya meluncur dan dengan tepat bersarang pada seonggok kepala tak berdaya…menembus kulitnya, tempurung kepalanya, merusak saraf-saraf otaknya dan akhirnya tergeletak mati… disaksikan oleh mata nyalangnya sendiri, jasad itu ambruk membentur tanah… Desiran ombak senja itu berdebam menghantam karang, berteriak duka, terasa pilu dengan sayatan suara-suara angin… sedangkan wajah seorang pria di sampingnya kini benar-benar pucat seputih kertas “Kau!… kau sudah gila!! Psikopat…” geramnya dengan telunjuk mengulur tepat ketika gadis itu menengadah langit, butir-butir air matanya jatuh, jatuh diserap tanah… Tangannya kembali menodongkan senapan, kali ini kearah pria muda itu “Tutup mulutmu! Ingat Ares, kau yang memulai semua ini!!” Suara getirnya terdengar begitu jelas, ditendangnya tubuh mayat perempuan tadi dengan kesal, amarahnya masih saja belum sirnah “Pergilah kau ke neraka!”, “Hentikan pecundang! kau yang lebih pantas mati” sergah pria itu, Nadya lengah dan sebuah tamparan mendarat di pipi Nadya… menambah perih hatinya…

“Aku tak akan pernah memaafkanmu, Nad!” Ares mendorongnya membuat ia tersungkur seketika, begitu cepat senapan itu berpindah tangan dan kini balik menyorot keningnya. Dada Ares berdetak kencang, sangat berat rasanya ketika ia-mau tak mau harus membunuh seorang gadis yang begitu ia cintai, meski terpaksa sekali pun “dari mana Nadya mendapat benda keparat ini!…” Rutuknya dalam hati, diperhatikaannya gadis itu dengan sangat, betapa ia ingin memeluk tubuh pembunuh berdarah dingin itu… Wajah Nadya berubah sayu, tatapannya menjadi hambar tak lagi penuh dengan emosi “Dia…dia telah merebut semua milikku, Ares… aku membencinya… Dia pantas mendapatkannya Ares” Tangis lirih itu kini tak berarti dimata Ares, pria muda itu terlanjur kecewa… “Kau benar-benar iblis yang manis sekali… berhentilah bersikap menjijikan seperti itu, kau tak sadar? Yang kau bunuh itu adalah ibumu sendiri!” Bentak Ares sembari tetap menudingkan senapan di kening Nadya, “Tapi aku sangat mencintaimu Ares, apa kau tak tahu itu?” Nadya masih menitikan air matanya… kepala pria muda itu benar-benar pening, ia mengeryitkan dahinya dan menjambak rambutnya sendiri “Aargh!….Yah aku tahu itu! Dan aku juga tahu kalau kita ini bersaudara, kau adikku Nad… itu tak mungkin terjadi” Yakinnya, Sedangkan Nadya masih saja berkeras hati “Tapi aku tak pernah meminta perempuan ini untuk melahirkanku sebagai adikmu Ares” Telunjuknya menuding mayat yang terkapar itu, kepalanya bersimbah darah, darah hitam yang pekat…

Semuanya berlalu begitu cepat sejak Nadya masih sangat kecil, melihat wanita hina itu tertawa menggoda dari pelukan seorang pria perpindah ke pelukan pria lain. Melihat setiap tingkah binatang wanita itu, dan semua orang yang tak segan-segan meludahi Nadya ketika tahu ia adalah anak dari wanita itu. Cukup membuat Nadya menderita dan merasa tertekan, hingga ia begitu membenci ibunya… Kemudian Ares datang mencerahkan pemikirannya, membuat ia tegar dalam dunia yang kelam, Hanya Areslah satu-satunya alasan mengapa ia masih bertahan hidup sebagai anak haram seorang pelacur, bukanlah suatu predikat yang membanggakan baginya. Setidaknya Ia merasa sedikit berarti dimata Ares. Disaat-saat indah itu, lagi-lagi masa lalu kelam ibunya menghancurkan semua harapan Nadya, memperlihatkan borok dalam silsilah keluarganya, Betapa ibunya tega menggoda Ares dengan cara apa-pun… ia tak percaya… sekeji itu kah ibuku?

Dan hubungan terlarang yang mereka sembunyikan rapat-rapat itu tercium juga bau busuknya, diketahui tetangga-tetangga mereka, diketahui keluarga terhormat Ares, bahkan Nadya pun tahu….Tak heran makian, cercaan dan hinaan itu bertubi-tubi mencoreng wajah Nadya… hal itu juga yang mengundang seseorang dari masa lalu ibunya, ikut serta menghujam derajat Nadya, tepat diujung matanya… lelaki itu berkoar-koar memaki Nadya dan ibunya, Telinga Nadya panas betapa ia sangat terpuruk diatas tekanan seseorang bermartabat dan berkuasa Atas segala yang ia miliki-yang sebenarnya, berkat orang itulah Nadya terlahir ke dunia yang kejam ini… Ayah Nadya, yang juga ayah kandung Nadya!..

“Kembalilah padaku…” Suara gadis itu begitu parau… “Itu tak mungkin Nad…!Tidak untuk seorang psikopat gila seperti kau… Bahkan menjadi adikku saja kau tak pantas! Kau dengar itu… jangan harap!” Sanggah Ares, membuat mata Nadya terbelalak… Lututnya lemas, menyadari semua yang ia lakukan sejauh ini adalah sia-sia… Tak ada hati Ares untuknya… “Benarkah?” Tanyanya sekali lagi… sesaat udara semakin dingin, warna langit berubah hitam, pasir-pasir halus yang mereka tapaki kini seakan bergejolak menghisap darah yang muncrat dari kepala sang ibu… Tampaknya darah itu mulai mengering, tak seperti air mata Nadya… Sulit untuk Ares memaafkannya, rasa ngeri itu pun muncul lagi mengingat sikap biadab Nadya “Kau!! Kau itu pembunuh, Nad!!… Pembunuuh!!!!” Ares berteriak-teriak histeris menuding Nadya dengan pucuk senapan, seperti orang gila yang frustasi- dan itulah kenyataannya…
Tanpa sengaja pemicu senapan itu ditariknya, Peluru terakhir menembus mata Nadya seketika, membuat lubang berbentuk lingkaran pada bola matanya, melesat terus hingga bersemayam di otak, Nadya jatuh terkapar, Raut wajah Nadya masih menggambarkan kekecewaannya… Ares tak percaya,ternyata ia juga pembunuh… Dilemparkannya senapan itu jauh-jauh, Rasa penyesalan yang amat sangat kini berbaur dengan kesedihan, kekecewaan dan kebenciaan itu… Ia mundur beberapa langkah mendekati bibir jurang… Tepi samudra itu seakan ingin melahap tubuh Ares, Pria itu kerasukan, meloncat bebas dari sisi tebing curam “hahaha dasar pembunuh!” Lengkingan tawanya masih menggema di laut itu, meski jasadnya tak lagi utuh setelah menerjang karang-karang pantai….

* * * * * * *

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s