Tengadah


Air mataku membatu
Dalam lusuh paru-paru
Terukir gores demi gores
Tak pantas mengalir
Terpendam dalam darah-darah abadi
Sedih ku pun lelah
Saatnya laut bijak mendesir
Membentanglah wahai sayap angin
Ku panggil jiwa-jiwa yang bebas
Berhenti ratap-meratap
Jarum masa tetap berdetak
Menyedekahi fakir-fakir hati…
Yang berlumur luka-luka
Yang dibanjiri sepi-sepi
Dan yang terbalut muslihat-muslihat…

By:Zenith Tacia Ibanez

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s