Mencari Universitas


Zaman sekarang semua serba sulit, instan (hasil buruk yg diumumkan secara mendadak membuat shock), dan bayar =)
Aku tersenyum bukan karena ini berita bagus, tapi untuk menutupi keputus asa’anku saja.. ini yang ke 4 kalinya aku gagal Seleksi masuk universitas. Alasan pertama, Quota pada jurusan impianku sangat sedikit.
Alasan kedua, Jurusan impianku sangat mahal dan uang tabunganku tidak cukup.
Alasan ketiga, Tes dan bersaing dengan ribuan orang diluar sana.
Alasan keempat, aku mulai putus asa, kinerja otakku menurun namun tetap ingin bermimpi sama.huuufth…

Aku bingung, kadang menyesal juga, seharusnya aku tidak mengkhayal yang tinggi-tinggi dan menerka rencana Allah (kembali pada statment “Allah selalu merencanakan hal yang tak terduga”). Jadi aku mencari kesempatan dan mengambilnya sebisa mungkin. Aku berjanji tidak akan memikirkan hal-hal yg tidak penting sebelum aku mendapatkan universitas,merangkul tas dan berjalan ke sana dengan senyuman. Tapi kenyataanya, aku tetap memikirkan hal hal yg tidak penting seperti “kegagalanku” “kesedihanku” “kesepianku” dan apa namanya itu yang sangat-sangat tidak penting.. Yang lebih tidak penting lagi aku memikirkan bagai mana cara memulai untuk bangkit kembali saat aku tengah terpuruk seperti ini. Memikirkan akan ada malaikat bersayap putih mengusap air mataku (=_=)’a astagfirullah…aku benar putus asa.

Tapi setelah aku membuka salah satu social network, aku menemukan banyak sosok yang senasib denganku, kami tidak tahu apa yang sebenarnya kami alami. Sejak lalu kami hanya menilai salah satu dari sudut lain, beberapa pintar, beberapa dari keluarga kaya,dan beberapa lainnya ordinary. kami tidak tahu apakah semua itu berpengaruh dalam proses tes, yang hanya kami tahu, kami semua belum berhasil.
Dan setelah aku merenung beberapa saat, dari sekian banyak perbedaan diantara kami. Aku menemukan kesamaan,yakni kami punya MIMPI yang TINGGI! =D

Dan aku bertemu lagi dengan sahabat lamaku yang tiba-tiba saja muncul dalam bentuk tulisan.Ya anak itu tak pernah berubah, selalu menjadi Aray nomor dua Setelah Aray-Sang Pemimpi… Setiap kali ia mengajakku berfilsafat atau menceramahi aku panjang lebar, aku jadi merasa seperti Ikal nomor dua setelah ikal-Laskar pelangi (T_T). Sejak kelulusan SMA, Aku tak pernah lagi bertemu dengannya, dengar-dengar dia telah menemukan universitas dan mendapat jurusan yang sesuai dengannya.Liat nanti sajalah, mungkin aku akan menyusulnya… Ini yang ia tulis di inbox-ku,dan baru ku baca setelah letih menangis karena gagal SNMPTN dan program beasiswa suatu bank yang diumumkan secara bersamaan,sedih rasanya:

“Tidak ada pelajaran yg paling mengasyikkan daripada kegagalan, dan tiada rasa sakit paling manis daripada kehilangan mimpi. tapi hidup selalu penuh dengan hal-hal seperti itu, yg membuatnya sangat istimewa bagi orang-orang yg pernah hidup. tak peduli berapa kali gagal atau berapa kali terhempas, selama kita masih bisa terbang, atau…bahkan merangkak, bukan masalah besar, karena kita masih hidup. masih memiliki waktu untuk mengalahkan petuah2 confusius. masih memiliki kecerdasan untuk menggurui socrates… masih berdiri untuk mengalahkan yang telah mati demi membuat sejarah….kawan, YOU’LL NEVER WALK ALONE..
how are you, long time had passed us???🙂 “

Ceramahnya itu mengingatkan ku pada statment khas Aray “Kita tidak boleh mendahului Nasib”, jadi apa aku masih boleh bermimpi, atau tidak, nih?

3 thoughts on “Mencari Universitas

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s