Merenung?


Jangan pernah sekali pun untuk mencoba menyesali apa yang datang kepadamu, apa yang ada pada dirimu, apa yang telah menjadi kepunyaanmu dan apa pun yang telah hilang darimu… Karena sebenarnya semua itu merupakan anugerah yang telah tergaris dalam genggamanmu, Kecuali kau mampu merubah segala itu dari penyesalan lantas menjadi kebaikan untukmu dan sekitarmu….

Akan menjadi suatu kebahagian yang sempurna Apabila kamu dapat menerima dan menyukai sisi dirimu sendiri… meskipun sulit untuk memulai segala sesuatunya…

Dan bila kamu menanti sesuatu , mengharap agar ia datang kepadamu … Maka kamu hanyalah orang bodoh yang tak berdaya…
Jika kamu ingin mendapatkanya, seharusnya kamu mengejar dan meraihnya… Jangan hanya terus terdiam dan menunggunya tanpa tahu kapan ia akan datang kepadamu…
Hingga disaat kamu lelah menantinya, karena semakin banyak waktu yang terlewatkan… Dan kamu hanya dapat melihatnya pergi berlalu dari kejauhan…
Ia berlalu dengan perasaan menyesal…
Sesali dirimu yang hanya bisa terdiam…
Sesali dirimu yang hanya bisa menunggu…
Dan kamu pun menyesal…
Menyesali pemikiran dan tindakanmu sendiri…

Kecuali jika kamu adalah perempuan…
Karena Kodrat perempuan adalah menunggu dan pandai-pandainya memendam…
Karena Kodrat perempuan adalah berkata hati dan pandai-pandainya mengatur bicara…
Karena Kodrat perempuan adalah menjaga sikap dan pandai-pandainya menjaga derajat…
Karena ruang perempuan tak seluas ruang laki-laki…
Emansipasi bukan alasan…
Ada batas-batas tertentu dimana bagi kamu –perempuan- dituntut untuk berfikir dengan caramu sendri…
Yaitu cara perempuan berfikir…

Jadi, perempuan yang menunggu (dalam kasus tertentu), bukanlah suatu kebodohan…
Justru apabila ada seorang (bukan perempuan) yang selalu membuat perempuan menunggu atau malah selalu menunggu dan mengharap perempuan (dalam kasus tertentu pula) maka ia lah orang yang bodoh…
Dan Perempuan yang bodoh adalah perempuan yang tak bisa sabar menunggu, tak pandai memendam perasaanya, dan tak pandai mengatur bicara sehingga tak mampu menjaga derajatnya sebagai perempuan… (dalam kasus tertentu)

Itu menurut saya…
Menurut kamu bagaimana?

Z e n i t h T a c i a I ba n e z

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s