PANAN


Hai guys. Masih ingat gak? Pada artikel yang lalu, kita membahas tentang foklor di Tana Samawa? Nah kali ini saya mencoba menjelaskan sedikit tentang Panan. Karena pengetahuan saya yang masih terbatas mengenai kebudayaan Sumbawa, tak ada salahnya jika kita saling berbagi ilmu. Saya ingin teman-teman juga ikut memberi masukan dan tambahan untuk artikel ini. OK =)

Dilihat dari bentuknya, panan dapat dicirikan bahwa kalimat yang di ucapakan oleh pembicara adalah sebagai sampiran yang isinya di tentukan atau di terjemahkan oleh pendengar atau si penjawabnya. Sebagai sampiran dapat memberikan asosiasi bunyi atau asosiasi sifat dari hal yang di maksudkan.

Misalnya :
Reng Ra’ ( pertanyaan )
-Tu bereng nonda tu roa ( jawaban )
-Barereng ai pang ola ( jawaban )
-Gereng pin sula’ ( jawaban )

Kata Reng ra’ adalah soalnya. Sebenarnya kata tersebut tidak memiliki makna, Sedangkan jawabanya bisa bermacam – macam dan umumnya berstuktur seperti kepanjangan dari soal yang di berikan.

Isi panan ini bermacam-macam. Antara lain menyatakan sindiran, peri hal sesuatu, olokan dan sebagai lelucon yang di lakukan antara si pembicara yang merupakan pemberi soal dan si pendengar selaku penjawab. Dalam panan penjawab bisa lebih dari satu karena siapa pun yang mendengar bebas bersautan menentukan makna atau perpanjangan kata dari singkataan yang merupakan soal tersebut.

Banyak berbagai macam panan, antara lain :

1. PANAN MENYATAKAN SINDIRAN

Ada panan yang menyatakan sindiran. Panan sindiran ini guna untuk mengungkapkan isi hati seorang pembicara dan si pendengar selaku penjawab mengenai suatu hal yang berkaitan dengan orang lain dimaksudkan untuk menyinggung atau menyindir secara tidak langsung.

Misalnya :
Miri kotok miri goro (Pembicara)
Me tau ntok nan tau soro (Pendengar)

Artinya :
Kemiri rusak, kemiri kosong (Pembicara)
Mana yang menunggui, itulah yang mencuri (Pendengar)

Maknanya :
Si pembicara dan si pendengar ini sama – sama menyindir secara tidak langsung seseorang yang diyakininya bersalah atas suatu kejadian.

2. PANAN MENYATAKAN SESUATU.

Panan yang menyatakan peri hal sesuatu ini di ciptakan guna mengungkapkan isi hati atau pemikiran si pembicara perihal sesuatu. Panan ini mirip seperti pribahasa, tapi juga sebuah teka – teki. Namun dalam panan ini maksud sebenarnyalah yang dijadikan pertanyaan, sedang jawaban dari pertanyaan tersebut merupakan pengibaratan dari kata – kata yang menjadi pertanyaan itu.

Misalnya :
Teri anak katawa ina (Pembicara)
Bua galumpang (okal) (Pendengar)

Artinya :
Anaknya jatuh, ibunya tertawa (Pembicara)
Buah galumpang (Pendengar)

Maknanya :
Si pembicara menanyakan teka – teki sesuatu apakah yang di ibaratkan seperti anak yang jatuh dan ibunya tertawa. Dan jawabannya adalah buah galumpang, yakni buah mirip kecipir yang apabila telah tua kulitnya akan terbuka menganga sehingga biji di dalamnya berjatuhan. Biji yang berjatuhan itu ibarat anak yang terjatuh, sedangkan kulit buah galumpang yang menganga diibaratkan seperti ibunya yang tertawa.

3. PANAN YANG MENYATAKAN OLOKAN.

Panan yang menyatakan olokan ini dibuat guna mengolok, mengejek seseorang yang ditujukan secara langsung, di lakukan antara si pembicara dan di pendengar selaku penjawab. Seperti panan lainnya, pertanyaannya berupa singkatan tanpa makna dan jawabannya adalah bebas sesuai dengan pikiran yang diungkapkan oleh si penjawab. Jawabannya sebagai sampiran dengan asosiasi bunyi, atau bersajak sama.

Misalnya :
Reng ra (Pembicara)
Tau breng nonda tau roa (Pendengar )

Artinya :
Reng ra (Pembicara)
Seorang perawan tua yang tidak laku (Pendengar)

Maknanya :
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata “Reng Ra” ini tidak memiliki makna apa – apa, Namun setelah diperpanjang menjadi sebuah kalimat oleh si penjawab, maka akan membentuk suatu kalimat bermakna yang merupakan ungkapan buah pikir si penjawab.

4. PANAN SEBAGAI LELUCON.

Panan sebagai lelucon di buat hanya sebagai hiburan untuk masyarakat Sumbawa pada zaman dahulu. Hiburan untuk mengisi waktu senggang ketika sedang berkumpul, Panan ini pertanyaannya juga berupa kata – kata singkatan yang tidak memiliki makna, Sedangkan jawabanya bisa bebas bermacam – macam. Menariknya dari teka – teki panan ini mengharuskan si penjawab berfikir untuk mencari bentuk panjang dari sebuah singkatan itu menjadi sebuah kalimat bebas. Jawabannya pun bervariasi dan lucu.

Misalnya :
Jo pang lu
Ma pang da (Pembicara)
Pi pang po
Ali – ali nga

Jontal pang luar
Mako pang dalam (Pendengar)
Api pang poto
Tali – tali tenga

Artinya :
Jo pang lu
Ma pang da (Pembicara)
Pi pang po
Ali – ali nga

Lontar di luar
Tembakau di dalam (Pendengar)
Api di ujung
Tali – tali tengah
(rokok)

Maknanya :
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kata – kata yang menjadi pertanyaan itu tidak memiliki makna apa – apa, Namun setelah diperpanjang menjadi sebuah kalimat oleh si penjawab, maka akan membentuk suatu kalimat bermakna yang merupakan jawaban yang sesuai dengan apa yang dimaksud. Kalimat – kalimat itu nantinya akan saling berhubungan kemudian si penjawab dapat menebak sendiri apa maksud dari rangkaian –rangkaian kalimat tersebut. Sepeti pada teka – teki panan di atas, jawabanya berupa; Lontar di luar ; Tembakau di dalam ; api di ujung ; tali-temali di tengah. Itu merupakan kalimat – kalimat kecil yang apa bila diamati saling berkaitan dan menjadi kata kunci untuk jawaban sebenarnya. Jawaban sebenarnya yang di maksud adalah rokok. Memang pada masa itu masyarakat sumbawa membuat rokok yang ciri – cirinya seperti itu. Sehingga orang – orang dulu menjadikannya sebuah teka –teki panan.

5 thoughts on “PANAN

  1. jika pembendaharaan anda luas saya tertarik mengetahui tentang sastra sumbawa lebih dalam terutama sastra jontalnya. mampir mampir juga ke blog kami, salam blogger

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s