M E M O R I


blue-green-hands-orange-photography-red-Favim.com-54069  

     Aku ingat, aku punya janji pada teman-temanku. Janjiku menulis hal-hal tentang mereka dimanapun agar aku senantiasa membacanya, mengingat dan tertawa atas keluguan kami. Yah, sungguh jika aku boleh jujur pada kalian. Aku shock mengalami metamorfosa ini, kawan!. Rasanya campur aduk.

     Ini bahkan belum genap 3 bulan kita berpisah, namun nasib kita telah terbolak-balik sejauh ini. Ingatkah? waktu ku bilang “Ah, Masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah?? Omong kosong”, dan saat ini aku akan menarik kata-kataku itu. Sungguh aku ingin membawa masalalu kita pada kebahagiaanku yang sekarang. Aku tak tahu, meski sekarang kita tidak lagi bisa duduk bersama di bawah kerindangan pohon perenungan yang bisa tertawa, membahas filsafat Kakek Socratesmu itu, membahas Dewi Athenaku, membahas kekasihmu, membicarakan rencanamu yang ingin sekali masuk STAN. Sungguh tak ada lagi yang ku inginkan selain memutar kaset memori yang kita rekam. Aku juga rindu pada tempias hujan yang mengurung kita dengan kelaparan waktu jam istirahat, dan bersyukur karena demikian kita disatukan, duduk diteras kelas yang basah, bercanda dan membicarakan hal-hal yang tidak banyak orang lain bicarakan.

      Aku rindu ruang kesenian, melihat kau menggambar ornament bunga merakmu, menempel manik-manik pada batikku, melihat kau yang lain meraut pensil dan kau yang lainnya melukis pemandangan dengan tangan kiri berisi penuh cokelat pasta.

       Aku rindu ruang perpustakaan, membentangkan buku encyclopedia bersama, dan kau menunjuk ragam keindahan Paris dan Inggris, kemegahan benua eropa dan berkata “Ini tempatku”. Kemudian kau yang lainnya membalik halaman dan menunjukan konspirasi Afrika yang begitu rumit ku artikan,“Aku ingin berladang cokelat disini, dan membuat mereka sejahterah” senyummu tersungging, entah itu hanya gurauan, namun mataku menangkap kilap masa depanmu kawan. Dan Kau yang lainnya lagi mengambil sebuah buku satra dan budaya indonesia, lantas berkata “Ini, bacalah, ku pinjamkan ini untukmu” dan tanganku meraihnya, ku taruh kembali. “Tidak, aku akan meminjam ini saja” sergahku sembari mengambil buku kamus kimia organik…. Aku tak mengerti mengapa hal-hal yang begitu detail, namun tak begitu penting- malah aku mengingatnya tanpa direncanakan. Sungguh, Kalian bertiga adalah kitab langitku.

     Aku rindu merancang cita-cita dalam khayalan kita, teman. Aku rindu duduk bersama di Musholah, menanti jam pelajaran Agama bersama. dan bertingkah seolah-olah kita telah hidup dewasa dalam kebijaksanaan dan kesejahterahan. Ingat, kau bilang ” Ah, aku akan kuliah dijurusan geologi.Dan nanti kalau aku telah sukses menjadi penambang berlian, aku akan menemui kalian untuk melelang perhiasanku” dan aku bersama kau yang lain- tertawa terbahak-bahak. Kemudian kau yang lain berkata “Aku akan studi diSTAN, bekerja dikantor pajak yang megah itu, dengan blezer dan rok rapi. Aku akan menemui kalian untuk menagih pajak bumi bangunan, terutama untuk kau si Penambang Berlian,pajakmu pasti akan sangat banyak! tak ada pengecualian” , Dan kau si penambang berlian berkata “Ah,kau lihat sumpahmu itu ditelevisi, apa yang terjadi?Dari dulu aku benci politik dan konspirasi negara”, dan aku melihat kau yang lainnya berkhayal “Aku, akan membuat ayah ibuku berhenti bekerja ditempat yang jauh. Aku akan menjadi bidan hebat dan tak akan ku biarkan keluargaku kekurangan suatu apapun. Aku akan menemui kalian untuk melahirkan anak-anak yang cerdas dan berbudi luhur,aku harus menjadi tante dari anak-anak yang hebat, meski ibunya adalah orang gila seperti kalian ini” Dan aku sungguh ingin menjadi perempuan pemilik keluarga sederhana yang bahagia dan berladang obat-obat herbal agar kelak aku datang menemui kalian untuk memberi penemuan terbaruku, menyembuhkan penyakitmu, dan pastinya akan ku ceritakan betapa bahagianya aku dan keluargaku.

       Jadi aku tidak ingin belajar sastra, kau sudah tahu dari dulu…aku mulai jatuh cinta pada kimia berkat kalian, dan aku sangat ingin belajar farmasi. Kau hafal itu dengan baik. Aku juga rindu lapangan basket yang ramai dengan sorak sorai kalian, dan kau menyempatkan datang melihatku bertanding meski kau sendiri sibuk mempersiapkan lomba pidatomu, ku ingat kau bercerita, kau sakit waktu itu. Tapi lihat kepuasan yang kita dapat akhirnya sebanding bukan? kitalah juara! Aku tak merasa semua itu berarti sampai datang hari ini, hari dimana aku jauh darimu.

       Aku rindu kantin! dengan uang jajan kita yang melulu sama dan kue yang kita beli setiap harinya. Tak ada bosan-bosannya, meski setiap hari rasanya sama, ada yang berbeda berkat cerita kalian. Sunggu Aku berterima kasih pada Allah, Tuhan yang membuat kita dipertemukan.Aku rindu hari guru, dan menciptakan lagu dan kau mengarang syair untuk hymne kelas kita. Aku rindu nyanyianmu yang sumbang, aku rindu.

        Aku rindu angkuhnya kita, meyakinkan diri betapa rencana-rencana imaji kita hanya tinggal menunggu waktu saja dan sebentar lagi akan terwujud. Aku rindu bermimpi-mimpi indah. Tapi kawan, setelah kelulusan kita, apa yang terjadi padaku, kau tahu?
Aku gagal! Aku gagal SNMPTN undangan dan iri padamu. lihat betapa buruknya aku. Aku kecewa dan rasanya seolah-olah itu adalah masalah besar dan akhir dari segalanya. Berlebihan bukan? keburukanku ini? Hanya dengan tulisan ini aku bisa mengakuinya, aku malu padamu teman. Aku semakin kalut manakala tak ada keberhasilan yang kunjung datang, yang ada untukku hanya gagal, gagal, dan gagal. Sampai-sampai aku mangabaikan kalian, aku egois memperjuangkan hidupku sendiri dan tak tahu apa yang kalian alami, apa sama sepertiku?

          Dan akhirnya kau datang dan memberiku semangat tanpa ku minta, padahal Aku tak pernah lagi bertemu denganmu, hanya dengar-dengar kau telah menemukan universitas dan mendapat jurusan yang sesuai untukmu. Liat nanti sajalah, mungkin aku akan menyusulmu. Aku ingat betul tiap deret kata yang kau tulis di emailku, dan baru ku baca setelah letih menangis karena gagal SNMPTN dan program beasiswa suatu bank yang diumumkan secara bersamaan, sedih rasanya.

“Tidak ada pelajaran yg paling mengasyikkan daripada kegagalan, dan tiada rasa sakit paling manis daripada kehilangan mimpi. tapi hidup selalu penuh dengan hal-hal seperti itu, yg membuatnya sangat istimewa bagi orang-orang yg pernah hidup. tak peduli berapa kali gagal atau berapa kali terhempas, selama kita masih bisa terbang, atau…bahkan merangkak, bukan masalah besar, karena kita masih hidup. masih memiliki waktu untuk mengalahkan petuah2 confusius. masih memiliki kecerdasan untuk menggurui socrates… masih berdiri untuk mengalahkan yang telah mati demi membuat sejarah….kawan, YOU’LL NEVER WALK ALONE..
how are you, long time had passed us ? 
 

         Ada rasa mengganjal dalam hati kecilku setelah membaca pesanmu, rasa itu membludak dan melahirkan tekad. Aku tak ingin gagal. Aku ingin kebaikan untuk diriku dan untuk orang-orang yang mendukungkku, semuanya.

        Dan kau tahu, teman? Allah menjabah doaku, meski tak sama persis, aku sungguh bersyukur kebaikan masih ditanganku. Kebaikan yang ingin ku kabarkan pada kalian dengan senyuman lebar ini. Kau mengucapkan selamat padaku dengan semangat melumer dari pembuluh nadimu. Akhirnya ku temukan jalanku meski niatku yang ingin studi farmasi harus ku kubur dalam-dalam. Ya disinilah aku sekarang. Berkumpul dengan orang-orang imajinatif yang sama gilanya denganku. Dengan mereka aku banya belajar bagaimana caranya agar negara kita tercinta ini tidak lagi harus mengimpor bahan pangan dan bahan bakar dari luar. Dengan mereka aku juga belajar bagaimana caranya agar tanaman mampu menetralkan radiasi nuklir dan menonaktifkan limbah logam cair lebih optimal. Bagaimana caranya agar madu dapat diproduksi oleh bakteri ketika lebah sedang malas. Bagaimana caranya memasak kripik semangka tanpa gosong. Bagimana caranya membuat biji beras seukuran biji mangga. Bagimana caranya membuat ikan paus berbadan transparan dan bisa bercahaya seperti ubur-ubur. Bagaimana caranya merakit robot yang bisa disuruh memetik buah matang dan pandai membuat keju berbahan sari kedelai. Oh ya! Aku juga belajar bagaimana caranya agar tahu dan tempe tetap bisa dibuat meskipun harga kedelai lagi mahal, bagaimanapun aku tetap ingin makan tahu dan tempe! meski harus membuatnya dengan menggunakan daun jambu sekalipun. Itu semua ide-ide gila yang diajarkan oleh dosen-dosen FTP. Entah apa namanya fakultasku ini dan entah bagaimana pandangan orang tentang prospekku nanti, yang harus ku lakukan adalah membuat rencana baru unntuk hidupku. Tapi ada apa denganmu? Nasibmu berubah jauh dari rencana imajinasi kita. Kau yang benci politik, malah menolak SNMPTNU jurusan MIPA kimia, dan kau malah memilih jurusan ekonomi pembangunan! Apa kau termakan omongan sendiri? sungguh aku terbelalak mendengar pengakuanmu bahwa apa artinya teknologi pembangunan tanpa politik? hahaha….

       Dan kau yang ingin masuk STAN, mengapa kau malah masuk Akademi Keperawatan? bukankah kau benci berkelindan dengan obat-obatan diapotek kecil milik ayahmu? aku ingin mengintrogasimu lebih lama lagi, lantas kapan kita berjumpa?

          Dan kau yang lainnya, yang selalu menjadi nomor satu dikelas. Bukankah kau ingin membahagiakan kedua orang tuamu? mengapa kau tak beri kabar? dimana kau sekarang? Aku paham betul, pasti kau mengerti siapa “kau” yang ku maksud. Kau, cita-citamu adalah yang tertinggi diantara kami semua, kau tak boleh berhenti di sini dan memberi kabar yang simpang siur. Tegarlah kau, kami menunggu kabar keberhasilanmu. Maafkan aku baru mengetahui kabar duka atas kekasihmu itu. Aku tahu ini sulit tapi kebahagiaan itu ada pada dirimu sendiri, bukan pada orang lain yang telah dijemput Tuhan. Aku mohon demi cita-citamu, carilah cinta yang baru dan saat kau menemukan tulisan ini kau akan tertawa dengan membuktikan keberhasilan kita mewujudkan mimpi.

        Aku, kita. tidak berhenti di sini bukan? Nasib kita akan terus terbolak-balik. Dan ingat janji kita bertemu 6 tahun nanti, akan jadi seperti apa ya kita? Semua kemungkinan masih bisa berubah.

Bukan seberapa penting harta yang kita punya, dan seberapa jauh kaki kita ingin melangkah. Tidak ada seorang pun yang sudah cukup bahagia hanya dengan diam terkungkung, Semua tempat yang ingin kita jelajahi, dan harapan-harapan yang ingin kita gapai adalah mungkin. Yang sekarang kita butuhkan adalah mindset dan teman. Mungkin kita bisa membuat mindset  bertera-terabyte luasnya, tetapi kita tidak bisa membuat teman. Teman itu dicari, tidak bisa dibuat. Aku akui, di dunia baruku ini sangat sulit mencari teman seperti kalian. Sampai jumpa dibawah pohon perenungan 6 tahun lagi, teman-teman.

-Z e n i t h  T a c i a  I b a n e z-

2 thoughts on “M E M O R I

    • love u n miss u zee and all of u my best friend.hidup ku tak seindah dan tak semenggebu cita2 ku dahulu.terlalu banyak kejadian dlm hidup ku yg membuat ku jatuh bangun dan mengerti apa arti kehidupan yg sesungguhnya.aku gagal dalam menggapai apa yg aku cita2 kan dahulu,kisah cinta ku tidk semanis dan semulus yg aku bayangkan dahulu semua serba butuh pengorbanan,kerja keras,sakit,letih dan usaha yg bahkan dulu tak pernah terpikirka sebelumnya,,..tapi aku senang dan bahagia atas apa yg ALLAH berikan padaku saat ini,byangkan diusia ku yg muda ini,aku telah memiliki keluarga bahagia dengan 1 anak cantik dan calon dede bayi yg sekarang sedang berkembang 6 bln di dlm rahim ku(alhamdulillah) ,aku mempunyai seorang suami yg menyayangiku dan keluarga kami,aku bekerja di grapari telkomsel bali sbg customer service(sepertinya ALLAH tau aku yg paling pintar bicaradiantara kalian hahaha).jadi aku bukan bidan dan aku belum sempat melahirkan seorang anak dari rahim wanita manapun malah aku yg melahirkan terlebih dahulu ….. lucukan hihihi…. miss u all
      @

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s