Catatan Rumah Hati


Hati…tidaklah layak kau berkelindan petang ini,
Pulanglah dan basuh risaumu
Bagaimana aku memerdukanmu dalam suara?
Sedang kau pelara tak terjamah,
Sudahlah…
Berhenti merunut harapan,
aku tak sanggup terjemahkan,
Pandanglah aku yang pias ini, hati…
aku ingin kau mengindahkanku,
sementara mereka tidak…

Hati.., Tak banyak yang peduli,
Kalau bukan kau, maka siapa lagi?
lihat, aku merekam dialog kita…
Aku ingin mereka tahu, aku galau…
. . . . . . . .
Alhamdulillah, Rumah hatiku hijau berseri hari ini ….Tidak banyak yang tahu, kita lebih beruntung bahwasannya hati yang bersih itu lebih sulit diraih ketimbang hati yang penuh sesak dgn orientasi org lain. Beruntung karena kita berkesempatan menumbuhkan taman dalam Rumah hati….,Merapikan jejak-jejak tamu persinggahan…Untuk seorang tamu yang ingin datang kelak…
. . . . . . .

Alhamdulillah rumah hati, aku banyak belajar dan brsyukur hari ini…
Aku belajar interior^^

Seperti rumah pada umumnya. Agar tetap bersih, kita butuh bak sampah untuk menampung amarah dan galau. mengapa? agar kita dapat mengumpulkan sampah-sampah dan mendaurnya. Sampah yg tersimpan pada tmpatnya lebih nyaman dari pada sampah yg berserakan didepan mata.

Amarah dan galau tidak boleh dilukis di sembarang tempat dan sudut hati, dengan maksud dan tujuan apapun,termasuk sebagai peringatan bahwa ada hal yang tidak layak masuk dirumah hati sekalipun.

Coba bayangkan jika terlalu banyak poster peringatan didinding rumah hati kita, yang isinya penuh dengan kata2 yg tak nyaman dipandang? seperti
“Sedang sibuk,tidak boleh diganggu!”
“Pengemis dilarang masuk!”
“Dilarang keras memasuki area pribadi!!”

Lalu bagaimana kita bisa melukis hal-hal yang indah2?
Mengecat dinding dengan warna pink,ungu, tosca, atau biru langit?
memajang tulisan dengan frame kayu sederhana seperti
“Selamat datang dirumah hatiku yang nyaman dan teduh^^”

Atau…

“Rumah yang tentram ini, penuh dengan cahaya dan keceriaan”
Catatan Bunda: Rumah bambu mungil…biarkan sela – sela sekatnya tak rapat….relakan serpihan halus cahaya menembus……agar hati tak kelam..

2 thoughts on “Catatan Rumah Hati

  1. Wow……..!!!!!!!
    Suka catatan kecilnya bunda, suka pula ma kata “kita butuh bak sampah untuk menampung amarah dan galau. mengapa? agar kita dapat mengumpulkan sampah-sampah dan mendaurnya”.
    makasih untuk ilmu.x di fajar ini, satu pelajaran berharga agar aku dapat menata hatik lebih baek lagi.🙂

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s