Nol Lebih Baik Daripada Kosong,dan Aku Lebih Baik Daripada Nol =)


Dulu waktu TK, SD,SMP bahkan SMA….Tidak ada yang berlebihan,aku tidak pernah benar2 menjadi juara 1 disuatu bidang . Bukan tidak pernah, mungkin saja Belum, semua yang aku lakukan tidak berpengaruh lebih banyak untuk dunia. Aku ingin jujur, dan jangan ditertawakan…. Hasil UAS pertamaku tidak memuaskan, dan aku malu pada ayahku,pacarku,selebihnya dengan tmn2ku apalagi yang bukan perempuan namun malah mendapatkan yang jauh lebih bagus dari aku. Mungkin aku mendramatisir, kenyataanya tidak sedikit dari semua-mendapatkan hasil yang sama denganku-. Tapi ingatkan? Orang sukses selalu memasang standart yang tinggi untuk diri sendiri. Aku melakukannya, tapi untuk standrat umum saja aku tidak menyanggupinya… Argh…, Ada atau tidaknya kacamata pada saat UAS, tidak berpengaruh apapun karena aku tetap saja punya otak (Aku bodoh mengatakan-kesulitan mengerjakan soal tanpa kacamata- (=_=)” ) Huffhh…., mereka-mereka yang dapat nilai baik itu membuatku iri..,rasanya aku sangat bodoh bodoh,tidak berguna….., Apalagi yang laki-laki, mereka itu yang selalu main PS tiap hari, duduknya pun tidak jelas saat dosen mengajar malah tampak sebesar Angsa, sedangkan aku lebih mirip Cicak… Bosan menggerutu,aku pasrah pada statemen “Orang lain tidak bisa mencuri Apa yang ditakdirkan untuk kita”
tapi tetap saja aku merasa seperti NOL BESAR…. kau tahu? Nol besar seperti apa? NOL besar yang KOSONG…..

Tapi aku salah…ternyata: Nol Lebih Baik Daripada Kosong,dan Aku Lebih Baik Daripada Nol =)
kenapa???…. setelah baca referensi ini mungkin kau mengerti. Perenungan yang kukutip dari Dakwatuna ini membuatku lebih menghargai diri sendiri dan hasil usahaku… haaaammmhhh….

…………..
Berbicara tentang kosong, aku teringat pada sebuah angka yang ditemukan oleh Al Khawarizmi. Angka nol. Angka yang kemudian menyempurnakan banyak bilangan.

Apakah nol sama dengan kosong? Jawabannya adalah belum tentu

……………amalan-amalan kecil lainnya yang sering kali enggan dilakukan karena “nilainya” kecil. Padahal sesuatu yang kecil yang dilakukan secara terus-menerus lebih baik dari pada sesuatu yang besar, tapi bersifat insidental. Sedikit-sedikit, lama-lama akan jadi bukit.

Layaknya angka nol yang seringkali disamakan dengan kosong. Amalan-amalan kecil pun sering dianggap kosong

…………………..
Terkadang sesuatu yang kecil itu sering disepelekan, tapi sesungguhnya dari hal-hal yang kecil inilah bisa menghasilkan sebuah perubahan besar.

Jika belum mampu melaksanakan yang besar, istiqamahlah pada yang kecil. Karena segala hal yang besar itu tersusun oleh hal-hal yang kecil…………….

Hummmhhh…. Kurva kualitas hidupku harus naik… Amin Ya Allah Ya Rabbi… =)
Man Jadda Wa Jadda =D

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s