Thinking For Indonesia


Aku tidak tahu bagaimana dunia memandang negaraku, yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana aku memandang negaraku yang berada di tengah-tengah dunia. Tidak mudah merubah pandangan dunia, tapi aku akan coba melakukan hal yang bermanfaat setidaknya dalam pikiran dan membuat suatu ideologi sederhana sekalipun. Ini ideology tentang bagaimana harapanku dimasa depan, bahwa yang harus kita lakukan adalah bangun pagi untuk berdoa dan bekerja keras tanpa banyak menuntut . Tidak hanya itu saja, beberapa hal yang ku hadapi sehari-hari mungkin juga perlu diperbaiki. Kami pelajar Indonesia ahli berdebat mengenai apa itu ketahanan nasional, dampak reaksi kimia inti, bagaimana produktivitas sumber daya alam kami sebagai potensi pangan, biomasa sebagai energy alternative, hukuman yang layak untuk para korupsi, beberapa kebudayaan yang harus segera dipatenkan, sampai memperdebatkan kebijakan pemerintah tentang ekspor dan impor yang masih kurang efektif. Kami ahli berdebat karena wadah yang paling murah dan mudah ditemukan adalah forum berdebat, selebihnya untuk mengikuti seminar atau barangkali pelatihan-pelatihan khusus perlu sedikit menabung. Aku ingin dimasa depan kami bisa lebih rajin menabung lagi untuk mengikuti pelatihan dan seminar, atau barangkali lebih baik jika ada yang memberi fasilitas belajar ekstra semacam itu, tapi aku tidak ingin banyak menuntut. Sebaliknya itu tugas kami dimasa depan untuk menyemakan kurs mata uang rupiah agar setara dengan dolar.

Aku juga ingin di masa depan kelak semua orang bersikap tegas, menjaga dan memperjuangkan apa yang mereka punyai dan menaati kebijakan yang sudah kita sepakati. Aku juga ingin agar orang-orang tidak lagi terlena dengan teknologi, maksudku teknologi mewah yang berlebihan dan tak perlu. Well, I know that is tugas kami dimasa depan untuk mendesaign suatu teknologi yang tepat guna, dan tidak menjadikan teknologi sebagai aksesoris mewah lagi. Seperti yang aku tahu, Kami sudah mampu merakit kompor biogas,membuat bioetanol, dan membuat biopori. Tapi tak banyak orang yang menggunakan, mereka masih bergantung pada minyak bumi dan rumah-rumah mereka yang megah itu masih sering kebanjiran.
Hutan hujan tropis kami bersemi kembali, bunga melati, sansiviera tumbuh dimana-mana, tidak ada polusi, setiap ruangan sejuk alami tanpa AC berkat tanaman transgenik yang kami modif sendiri. Seperti yang kau tahu, Tuhan selalu menciptakan apa yang kita butuhkan dan kita dengan pikiran yang kita miliki wajib menggunakannya secara optimal. Aku juga berharap Setiap kota memiliki Lalu lintas yang tertib, semua manggunakan sepeda atau skuter tenaga surya, beberapa boleh menggunakan kendaraan berbahan bakar etanol, tidak ada lagi gas CO berlebih yang bertebaran. Sawah dan kebun-kebun kami berisi tanaman organic yang bebas pestisida. kami tetap makan nasi, daging, buah dan sayur yang melimpah ruah disini, sehingga tidak perlu impor dari luar. Trumbu karang kami pulih kembali dan menjadi rumah ikan-ikan hias terbaik di dunia. Dan kami tidak perlu bayar untuk diving, snorkling atau belajar menanam pohon mangrove di daerah perairan milik kita sendiri. Tidak ada lagi yang menambang gunung emas secara illegal, semua perusahaan besar di atur oleh pemuda Indonesia yang berpikiran jernih, setiap anak bebas memilih sekolah dan perguruan tinggi yang mereka inginkan bahkan di oxford atau havard sekalipun. Tidak ada lagi orang tua yang menuntut anak-anak mereka untuk menjadi pegawai negeri sipil. Di masa depan, remaja Indonesia akan selalu sibuk mengejar beasiswa, Televisi tidak tayang lagi berita tentang anak-anak mencuri uang untuk membeli narkoba, atau menikah diusia dini. Aku yakin kami dapat menyulap Indonesia menjadi seperti itu, kami hanya perlu motivasi setiap hari.

-Zenith Tacia Ibanez-

One thought on “Thinking For Indonesia

  1. perlu cinta keras kepala untuk memungkinkan semua itu frend,,krn skedar harapan kadang saat terbentur realita smua hanya mnjadi arsip dalam relung maya ini,,
    Indonesia di depan bukan hanya dipundak km, tp jg d pundak anak2 petani, para pemulung sampah, anak nelayan, tukang ojek,,yang saat mencoba memikirkan masa depan, mereka stuck karena bingung memikirkan hari ini dan besok..
    untuk menjadi Indonesia perlu mengerti Indonesia agar tau apa yng pantas untuk Indonesia,,pastinya km dapet ttg itu,,semoga saja inspirasi ini menyebar sperti spora2 dan meng-erat seperti hifa di dalam jejaring manusia Indonesia,,n yg penting “to change the world is to change our habits” semoga kenyamanan saat ini tidak mmbuat kita cuma berucap sukur dan diam, dan bila lingkungan sedang ‘kotor’,,mari kita bersihkan!🙂

    salam,
    -spectabilis-

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s