Belajar Strategi Bisnis Yuk! : Halangan masuk Industri Minyak Atsiri


        Tadi waktu jalan-jalan, gak sengaja mampir ke tempat barang-barang unik. Di sana banyak produk yang katanya sih beraroma therapy. Ituloh wewangian yang biasanya dibuat relaksasi.  Tahu gak sih sejak lama Indonesia itu telah dikenal sebagai pusat rempah-rempah dunia termasuk produk minyak atsiri. Minyak Atsiri atau essential oil dihasilkan dari tanaman aromatic , merupakan komoditas ekspor non migas yang selalu dicari baik pasar industry maupun pasar konsumen. Saat ini industri minyak atsiri diIndonesia kian berkembang karena didukung oleh inovasi-inovasi baru dan trend pengobatan alternative dengan menggunakan bahan alami (Aromatheraphy), industry parfum dan kosmetik pun bergantung pada minyak atsiri sehingga permintaan dipasar industry akan kebutuhan minyak atsiri selalu ada.
Dalam dunia perdagangan, komoditas ini dipandang punya peran strategis dalam menghasilkan produk primer maupun sekunder, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Kegiatan produksi minyak atsiri nasional melibatkan banyak pihak mulai dari petani penghasil bahan baku, industri kecil dan menengah penyulingan, pedagang, pengumpul sampai industri pengolahan lanjut dan eksportir. Industri ini banyak menyediakan peluang usaha, sehingga tak heran jika banyak pelaku baru yang menjamur dan membuka rumah usaha yang bergelut diindustri ini.


Pelaku baru diindustri minyak atsiri tidak serta merta dapat berjalan mulus hal ini dikarenakan berbagai faktor yang menghalangi berkembangnya industry minyak atsiri Indonesia dipasar global. Lembaga assosiasi pun dibentuk sebagai pemerhati kondisi industry minyak atsiri Indonesia karena dianggap penting dan sangat mempengaruhi devisa Negara. Permasalahan yang menjadi tantangan para pelaku baru antara lain:

1. Modal biaya, waktu dan tenaga yang lebih. Hanya dengan mengandalkan potensi alam di Indonesia saja tidaklah cukup, pelaku harus pandai berspekulasi dan mengatur pola produksi minyak atsiri berdasarkan kondisi pasar, permasalahan itu terutama ditujukan kepada petani bahan baku karena pada proses penanamannya butuh biaya untuk bibit unggul dan perawatan,jangka waktu hingga masa panen, serta strategi pemroduksian yang benar agar tidak terjadi penumpukan produk.

2. Peningkatan Inovasi dan Teknologi. Pelaku baru pun harus peka terhadap perkembangan teknologi dan peka terhadapat kebutuhan permintaan. Menjaga standar mutu produk perlu diperhatikan terutama bagi pelaku baru yang bergelut dalam proses penyulingan. Masalah utama yang dihadapi komoditas minyak atsiri Indonesia di pasaran internasional adalah tidak stabilnya mutu maupun supply. Hal ini terutama karena sebagian besar usaha produksi minyak atsiri masih dilakukan secara sangat sederhana, baik dalam budidaya tanamannya maupun pengolahan hasilnya. Di samping itu efisiensi dan efektivitas usaha agribisnis minyak atsiri selama ini masih relatif rendah. Indonesia sebagai negara pengekspor minyak atsiri yang penting di dunia harus mengupayakan pengembangan produksi, kualitas dan nilai tambah minyak atsiri serta produk turunannya agar daya saingnya senantiasa menguat dan memberikan devisa yang semakin besar.

3. Persaingan pasar yang tinggi. Pemasaran minyak atsiri tidak begitu mudah, lebih-lebih di pasaran internasional seringkali telah diikat oleh berbagai jaringan pemasaran atau sindikat, sehingga eksportir baru tidak mudah masuk ke pasaran internasional. Hal ini juga terjadi dalam pemasaran dalam negeri, sehingga mata rantai pemasaran menjadi lebih panjang dan petani sering dirugikan.

4. Persaingan mutu. Selain persaingan pasar yang tinggi antara produsen yang berlomba-lomba untuk meningkatkan mutunya, perkembangan produk pelaku pun dihambat dengan minyak sintesis yang beredar dipasaran. Hal ini dapat mengurangi permintaan kostumer/konsumen karena hilangnya kepercayaan kostumer/konsumen yang merasa tidak puas dan dirugikan. Sebagai konsumen seharusnya kita lebih jeli. Minyak essensial yang asli mudah teroksidasi dan menguap bila terkena paparan sinar UV, jadi biasanya dikemas dalam wadah yang gelap dan tidak tembus cahaya, label kemasan pun tercantum nama ilmiah dari tanam asalnya, misalnya minyak cengkeh adalah Syzygium aromaticum.dan karena proses pembuatannya yang lama, hargannya juga sesuai dengan kualitasnya. Minyak atsiri asli berharga ratusan ribuan per 10mL-nya.

5. Fluktuasi Harga Minyak Atsiri dipasaran. Umumnya petani menggarap lahan yang sempit dan terbatas, sehingga fluktuasinya sangat berpengaruh terhadap ketersediaan produk. Petani akan malas mengusahakan produk tersebut dan mengalihkan ke usahatani dengan menanam tanaman lain yang harganya lebih menjanjikan atau menghentikan usahanya sama sekali. Untuk menghadapi fluktuasi harga, usaha yang mungkin dapat ditempuh adalah diversifikasi jenis komoditas, baik secara horizontal maupun vertikal. Secara horizontal yaitu dengan menambah keanekaragaman jenis minyak atsiri, sedang secara vertikal menganekaragamkan produk melalui pengolahan lebih lanjut jenis minyak atsiri (Hobir dan Rusli, 2002).

6. Bergantung pada importir. Importir minyak atsiri lebih diprioritaskan karena dianggap lebih menguntungkan. Sebaliknya, didalam negeri sendiri perdagangan minyak atsiri dipasar konsumen masih rendah dikarenakan sebagian besar produk merupakan bahan mentah yang diburu banyak industry lain. Alhasil, kelangsungan industry minyak atsiri bergantung pada kondisi ekonomi Negara importer. Baru-baru ini produk minyak atsiri Indonesia mengalami penurunan harga jual dikarenakan terjadi penumpukan produk. Hal ini diakibatkan oleh kondisi perekonomian eropa sebagai importer utama yang mengalami krisis sehingga permintaan akan minyak atsiri menurun.

7. Ketergantungan relasi. Telah dikatakan sebelumnya bahwa kegiatan industry minyak atsiri melibatkan banyak pihak karena proses pengolahannya memiliki tahapan yang cukup banyak. Butuh program kerja yang terintegrasi serta strategi bisnis yang tepat agar semua pihak terjalin dalam suatu hubungan yang saling menguntungkan. Akan sangat sulit untuk berkembang jika pelaku baru tidak memiliki relasi kerja.

 

2 thoughts on “Belajar Strategi Bisnis Yuk! : Halangan masuk Industri Minyak Atsiri

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s