Yoghurt : Olahan Susu untuk Si Alergi Susu :D



Susu  merupakan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena  kelezatan dan komposisinya yang ideal. Selain air susu mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh, semua zat makanan yang terkandung didalam susu dapat  diserap oleh darah dan dimanfaatkan oleh tubuh.  Didalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang meminum air  susu  yang  belum diolah. Hal ini disebabkan karena tidak terbiasa mencium aroma susu segar (mentah),  atau sama sekali tidak suka air susu dan sebagian lagi karena menganggap harga susu mahal dibandingkan kebutuhan  sehari-hari lainnya. Dengan adanya teknologi pengolahan/pengawetan bahan makanan, maka hal  tersebut diatas dapat diatasi, sehingga susu beraroma enak. Susu mengandung unsur-unsur kimia  yang  dibutuhkan oleh tubuh seperti  Calsium, Phosphor, Vitamin A, Vitamin B dan Riboflavin yang tinggi. Komposisinya yang mudah dicerna dengan kandungan protein, mineral dan vitamin yang tinggi, menjadikan susu sebagai  sumber bahan makanan yang fleksibel yang dapat  diatur kadar lemaknya,  sehingga dapat memenuhi keinginan dan selera konsumen.

Biasanya susu juga diolah menjadi produk lain yang berharga ekonomi lebih ,karena produk-produk olahan dari susu tersebut lebih digemari oleh banyak orang, seperti keju, mentega, yogurt dan lain sebagainya. Namun kesalahan dalam proses fermentasi baik disebabkan oleh lingkungan pabrik yang tidak higienis atau keterbatasan pengetahuan mengenai pengolahan susu dapat berdampak fatal bagi konsumen. Karena dapat menghilangkan nilai gizi bahkan berpeluang menyebabkan penyakit. Seperti isu mengenai bakteri pada susu formula yang beredar dipasaran, menyebabkan turunnya minat masyarakat dalam mengonsumsi  susu.

Tetapi segala kemungkinan buruk dapat dicegah bila para pengolah susu selalu berinovasi dan memperhatikan proses-proses yang baik dan benar. Ditambah lagi adanya teknologi yang semakin canggih zaman ini dapat memudahkan para produsen untuk menghasilkan susu yang berkualitas.


Salah satu inovasi dari produk berbahan dasar susu adalah Yoghurt, yogurt lebih mudah dicerna daripada susu. Banyak orang yang tidak dapat mentoleransi susu, baik karena intoleransi protein alergi atau laktosa, dapat menikmati yoghurt. Proses kultur membuat yoghurt lebih mudah dicerna daripada susu. Budaya aktif tinggal membuat laktase, kurangnya enzim laktosa intoleran orang, dan enzim lain yang terkandung di beberapa yogurt (beta-galaktosidase) juga membantu meningkatkan penyerapan laktosa dalam lactase. Kedua, yoghurt merupakan sumber kaya kalsium – mineral yang memberikan kontribusi untuk kesehatan usus besar dan mengurangi risiko kanker usus besar. Kalsium menghambat pertumbuhan berlebihan dari sel-sel lapisan usus besar, yang dapat menempatkan seseorang pada risiko tinggi untuk kanker usus besar. Kalsium juga mengikat kanker memproduksi asam empedu dan menjaga mereka dari iritasi dinding usus besar. Orang-orang yang memiliki diet tinggi kalsium (misalnya negara-negara Skandinavia) memiliki tingkat lebih rendah dari kanker kolorektal. Satu studi menunjukkan bahwa asupan rata-rata 1.200 miligram kalsium sehari dikaitkan dengan penurunan 75 persen dari kanker kolorektal.

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s