Pria Kaya dan Dermawan itu.. Ayahku…


Teruntuk ayahku nomor satu didunia, maaf jika akhir-akhir ini aku selalu banyak meminta. Aku kira ini kebutuhan,tapi ternyata ini keserakahan. Aku malu selalu mengulurkan tangan padamu,bahkan sampai saat itu hatimu telah ku lukai hanya karena aku terlalu kalut. Aku paham betul, apapun setiap tindak-tanduk yang kau lakukan untuk membahagiakan anakmu, tidak pernah sekalipun kau melakukannya setengah hati. Terimakasih engkau telah mengajariku bahagia bukan dengan hartamu, kau selalu membuat kami merasa cukup –kaya- hanya dengan perkataanmu dan wejangan-wejanganmu. Aku ingat betul kata-katamu,ayah… “TIDAK ADA SATUPUN HARTA YANG AKAN AKU WARISKAN KEPADAMU,NAK..KECUALI ILMU. JADI JANGAN BERHARAP APA-APA,CARILAH HARTAMU SENDIRI” Tahukah engkau,kata-katamu itu yang menguatkan aku ditempat yang jauh ini? jauh darimu ayah😦

Disaat bersamamu mengapa  bahagia itu begitu mudah ku rasakan, kau mengajari aku bahagia dengan musik, dengan teori fisika yang dulu sewaktu SMA sangat membosankan untukku pelajari. Tidak pernah sekalipun kau memberiku uang untuk membeli kebahagiaan. Kau mengajariku bagaimana mencari kebahagian. Sudah pernah kudapatkan ayah…rasanya bahagia sekali, meraih sesuatu tanpa perlu kau beli dengan uang berlebih.Money can’t buy happiness,..

Ingatkah kau,ayah? Kebahagiaan apa yang ku dapatkan dulu? Kau selalu membesarkan hatiku dengan berkata Aku selalu sampai disekolah lebih awal meski aku tidak bisa mengendarai motor dan tidak punya motor. Ketimbang teman-temanku yang lebih dulu punya motor. Kau yang percaya dan yakin bahawa aku akhirnya bisa juara satu dikelas meskipun aku bukan anak ketua komite seperti temanku itu. Kau juga ingatkan? betapa dahulu aku mati-matian mencari SMP, SMA,dan Universitas Negeri terbaik hanya karena ancamanmu yang tidak akan membayar sekolahku jika aku harus sekolah di lembaga swasta? Padahal kau tahu saat ini lembaga negeri dan swasta sama saja mahalnya. Dari semua itu aku tahu, bukannya kau tidak mampu, kau hanya mengajariku bagaimana caranya agar aku bekerja keras.

Tapi ayah, disini…ditempat ini, aku heran. Semua kebahagian MAHAL harganya..Semua orang mengkomersialkan laut dan sungai, bahkan hanya untuk sekedar duduk di taman. Tidak sebebas dulu ketika kita masih dirumah bersama-sama, tidak seleluasa dulu ketika aku bebas makan tempe goreng buatan mama dirumah, tidak seleluasa dulu ketika aku bebas menyelam dan melihat trumbukarang tak bertuan. Kau tahu ayah,apa yang lebih lucu lagi? Mereka juga harus membayar jika mereka ingin menghilangkan penat dengan menyanyi keras-keras, atau hanya sekedar menonton film yang katanya lagi trend. Aku benar-benar tidak habis pikir. Jika aku mau,aku bahkan bisa berteriak sekencang-kencangnya berdua bersamamu dengan gitar tuamu dan menyanyikan lagu metallica favorit kita, distudio music gagal milik kita😀 Aku juga bisa bahagia menonton film beramai-ramai denganmu, dengan mama,ega, pinkan dan Gladys. Kita tidak pernah nonton dibioskop sekeluarga, kan? Tapi aku tidak pernah merasa kalau itu suatu hal yang salah. Kau tahu mengapa, perbedaan nilai itu hanya berdasarkan perbandingan sekotak layar yang memantulkan reka filmnya. Bukankah itu trik perekonomian? Dengan membangun trend pasar, Perusahaan selalu menawarkan hal yang tak berguna dan mendoktrin kita bahwa itu adalah kebutuhan kita.

Aku takut juga berlama-lama ditempat ini, aku takut lupa caranya mendapatkan kebahagiaan. Ditambah lagi sekarang kau jauh dariku,dan segala sesuatu yang berurusan dengan uang harus ku tangani sendiri. Yah memang benar ini pilihanku sendiri dan aku harus bertanggung jawab. Kau tahu ayah, meskipun setiap bulan kau memberiku uang, aku sadar kau khawatir, khawatir jika sekarang yang aku harap darimu hanyalah uang. Aku juga khawatir yang serupa pada diriku yah…Hatiku tidak sekaya hatimu.. Tapi sungguh, aku telah mencoba untuk tidak menginginkan segala suatu apa pun di sini. Aku masih berusaha untuk itu… Bisakah kau tunjukan caranya? Membahagiakan orang yang kita cintai tanpa berfokus pada materi? Hahaha…kau selalu menjawab “Bersyukurlah kamu menjadi seorang perempuan,hampir semua perempuan adalah bendahara paling professional sedunia..apalagi mamamu..”😀

Bendahara professional tidak hanya memenajemen harta bendamu..tetapi juga memanajemen hati dan cintamu… Ini segelintir contoh kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang..

Seems like everybody’s got a price

I wonder how they sleep at night

When the sale comes first and the truth comes second

Just stop for a minute and smile
Why is everybody so serious?

Acting so damn mysterious

You got your shades on your eyes and your heels so high

That you can’t even have a good time
Everybody look to their left

Everybody look to their right

Can you feel that?

Yeah We’ll pay them with love tonight
It’s not about the money, money, money

We don’t need your money, money, money

We just wanna make the world dance

Forget about the price tag

We need to take it back in time

When music made us all unite And it wasn’t low blows and video hoes Am I the only one gettin’ tired?
Why is everybody so obsessed?

Money can’t buy us happiness

Can we all slow down and enjoy right now

Guarantee we’ll be feelin’ alright
-PriceTag-

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s