Resensi Film : Thank You For Smoking


thank_you_for_smoking

            Aku tidak tahu apa ini ilmu atau tidak…seperti  yang kita tahu, bukankah ilmu itu adalah pengetahuan-pengetahuan yang bermanfaat? Ya tentu saja, ya. Kalau begitu, ilmu yang satu ini sangat-sangat lucu tetapi juga masuk akal. Ilmu tentang apa ya? Hmm biar ku coba untuk menjelaskan secara detail dari awal. Judulnya Thank you for smoking. Exactly, film ini mengangkat permasalahan rokok, but it’s not about smoke only. Berawal dari jenuhnya aku berhadapan dengan laporan-laporan praktikum dan permasalahan perihal banyak orang yang menuntut sesuatu diluar tanggung jawabku. Aku lebih memilih meminta maaf dan selanjutnya sabtu malam ini hingga besok minggu aku benar-benar tidak akan berhubungan dengan rutinitas. Selain karena krisis akhir bulan, disisi lain aku juga ingin menikmati apa itu hari libur. What ever that name, everyone need to be refresh. I think I did the best that I can, the best I want too..

Back to the movie. Film yang ku minta pada salah satu temanku ini bukan dari rekomendasinya. Malah menurutnya film ini membosankan dan tak jelas. Tapi aku justru penasaran, dan penasaranku itu mendapat jawaban yang memuaskan dari film ini.

Apa lagi kalau bukan tentang Amerika, Paman Sam benar-benar punya ide genius untuk menjajah kita dan kita sangat menikmati penjajahan itu. Menceritakan tentang kehidupan seorang juru bicara organisasi perusahan non-profit produsen rokok terbesar (Semacam itulah) yang pekerjaannya pasti dibenci banyak orang. Disaat semua orang menggalakan untuk mulai hidup sehat dan melakukan aksi Go green, menyuarakan aksi peduli remaja tanpa rokok. Maka produsen rokok pasti akan mengalami kebangkrutan. Disitulah Nick Naylor hadir untuk membela rokok. Dalam film ini, Juru bicara bernama Nick Naylor itu tampaknya cukup professional. Ia tidak pernah bernegosiasi, mengelak bahaya rokok, atau menyalahkan statemen kontra untuk dirinya. Nick merasa nyaman dengan pekerjaannya, menjadi seorang pelobi. Yah mungkin semacam perayu agar orang-orang mau bekerja sama dengan perusahaan rokok itu.

Karena pekerjaannya yang ditentang orang banyak,  Nick Naylor mendapat beberapa masalah dalam kehidupannya, mulai dari hujatan masyarakat, ditinggal pergi oleh istrinya, ditipu wartawan sampai diculik dan disiksa pun pernah Ia alami, tapi masalah paling sensitive baginya hanya satu. Mendidik anak. Dia mungkin pekerja setia perusahaan rokok, tapi tentu dia tidak bodoh, Nick tidak ingin anaknya tumbuh menjadi remaja perokok dan korban dari perusahaannya sendiri.

* * * * *

Joey Naylor, Seorang anak pendiam dari latar belakang keluarga yang ayahnya seorang juru bicara perusahaan rokok dan telah bercerai dengan ibunya. Joey kini tinggal bersama ibunya dan ayah barunya yang bekerja sebagai dokter spesialis kesehatan paru-paru.  Mulanya Joey malu punya ayah secerewet Nick Naylor. Bahkan suatu hari dikelas mengarang pun, ketika itu gurunya memberikan tugas untuk mengarang bebas dengan tema “Apa Yang Ingin Kamu Lakukan?” , ayah Joey tiba-tiba datang dan bertanya pada setiap anak yang berada dikelas tentang apa yang ingin mereka lakukukan. Hampir dari mereka semua menjawab dengan hal yang baik-baik, pekerjaan yang umumnya sudah banyak dan menjadi legenda. Sebagian menjawab menjadi pengacara, bintang Film, dokter dan sebagainya. Namun tidak ada satupun yang ingin menjadi pelobi  apa lagi pelobi rokok, bahkan mereka tidak mengerti apa itu pelobi… yang mereka pahami, segala hal yang berembel-embel rokok sudah tentu adalah hal buruk.  Bukankah ini mirip seperti kejadian sehari-hari dimana kita selalu didoktrin oleh orang tua mana yang baik, mana yang buruk tanpa tahu mengapa karena memang tidak dijelaskan apa alasannya?..
Kutipan terbaik Nick Naylor saat menjawab pernyataan itu adalah:

Akan selalu ada orang yang mengatur kau harus bagaimana dan berpikir apa. Jika ada yang bicara dan berlagak seperti orang ahli,(kau tidak harus mengiyakannya langsung) kau bisa merespon, Kata siapa?…Kau harus mempunyai pikiran sendiri, menantang otoritas…untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, kau harus mencari tahunya sendiri. (Tapi bukan berarti kau harus mencobanya dan mengalami sendiri)”

Kemudian ketika Joey kesulitan membuat PR menulis essay yang bertema “Mengapa Pemerintah AS yang terbaik?” Ia bertanya pada ayahnya, dan setiap ucapan ayahnya itu ditulis, ketika menyadari hal itu, Nick menghentikan ucapannya dan berkata pada Joey seperti ini:

“Coba kita fokus ke inti pertanyaannya, pertannyaan ini ayah kembalikan padamu, apakah AS benar-benar mempunyai pemerintahan yang terbaik didunia?, apa faktor penentunya? Kejahatan? kemiskinan? atau buta huruf? AS jelas bukan yang terbaik. Mungkin tak lebih baik dari umumnya. Pemerintah kita memang menghibur. Kau tahu Istilah BS (Omong Kosong)? Ya tapat sekali. Jadi menurut ayah tugasmu itu adalah omong kosong. Kenapa? Jika AS punya pemerintahan yang terbaik, mereka tak bisa membuktikannya.”

Dan ketika Joey semakin bingung, “Apa yang harus aku tulis ayah?”

Nick menjawab:

“Tulislah apa saja yang kau inginkan. Tulislah tentang bagaimana kemampuan AS mendapatkan untung dengan meruntuhkan teras perniagaan dan membawa pekerjaan AS ke Negara dunia ke 3. Atau hebatnya kita dalam mendakwa penjahat,itu semua adalah kebenaran fakta. Kalau kita berargumen sesuai fakta, kita tidak akan pernah salah”

                Sejak saat itu Joey menjadi lebih kritis dan mahir berargumen. Diusianya yang masih belia ia mempunyai kemampuan analisis yang baik. Banyak orang mengira Joey telah dididik oleh Nick dan dihasut untuk tumbuh dan menjadi seorang penjahat pembela industry rokok sepertinya. Hal ini semakin tampak nyata manakala Joey memaksa Nick agar Ia bisa ikut ke California untuk tugas menyogok petinggi industry film. Joey tahu, pekerjaan ayahnya adalah salah. Tapi Joey ingin membuktikannya sendiri. Dalam perjalanan bisnis itu Joey belajar banyak dari ayahnya, ayahnya memang bekerja pada posisi yang salah, tapi tidak seutuhnya. Ia lebih banyak menemukan orang-orang yang harga dirinya rendah dan haus akan harta,atau melakukan hal curang dalam pekerjaannya. Jadi salah benar itu relative.

ThankYouforSmoking-BoxArtcropped

Pendidikan yang disampaikan film ini adalah melatih diri kita untuk berfikir kritis dan berani mengungkapkan. Kalau kita berada pada posisi yang salah, kita hanya perlu menyanggah dengan berargumen tentang kebenaran fakta yang mendukung posisi kita. Cukup licik bukan? hehe

Baca juga Top secret

7 thoughts on “Resensi Film : Thank You For Smoking

  1. ealah ini film 2005, aku baru nonton 2013 itu juga bulan juli
    sangar ini film
    talk jadi talenta:mrgreen:
    maen2 ke warung kalo sempet ye…….

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s