Teknik Bioproses: Konsep Menjadikan Sumbawa Lebih Baik


green

 Pembangunan Kota Kawasan Berkembang Berbasis Bioremediasi dengan Formulasi agen Vetiver zizanioides Dalam Upaya Rehabilitasi Lingkungan di Indonesia

DESKRIPSI DAERAH SASARAN

 Sumbawa merupakan bagian dari provinsi NTB yang luasnya 8493 Km2 dengan jumlah penduduk sekitar 408.889 jiwa.Daerah ini memiliki sumber daya alam sangat tinggi dengan kontur georgrafis yang mendukung untuk menunjang kehidupan masyarakat, sebagian besar merupakan daerah pesisir pantai, dan pegunungan dengan hutan-hutan. Pulau Sumbawa memiliki garis pantai sepanjang 2500 KM dan wilayah  perairan sepanjang 29,000 km2.Perairan sumbawa termasuk dalam kawasan coral triangle dimana 30% spesies trumbukarang dunia dapat ditemukan disini. Sedangkan sumber air utama bagi masyarakat sumbawa berasal dari Dam dan simpanan curah hujan alami berupa aliran sungai yang berasal dari hutan. Banyak aliran sungai memotong dibeberapa titik kota dipergunakan sebagai sumber air utama untuk melakukan kegiatan sehari-hari sehingga banyak pemukiman disekitaran sungai. Selain itu mereka juga membangun industry kecil skala rumah tangga disepanjang pinggiran aliran sungai karena dianggap strategis dan praktis.

Saat ini pembangunan penataan kota di Sumbawa berjalan pesat karena sedang diprioritaskan terkait dengan upaya pemerataan pembangunan di Indonesia. Hal tersebut juga diikuti dengan perkembangan sektor industri dan pariwisata yang tentunya berpengaruh secara langsung pada keadaan lingkungan karena pengeksploitasian SDA terus bertambah.Tidak sedikit juga hasil alam yang bernilai ekonomi tinggi dapat dengan mudah diperoleh seperti madu hitam dan tanaman hortikultural. Masyarakat memanfaatkan pantai-pantai sebagai lahan usaha, mendirikan industry yang  bergelut dibidang pengolahan pangan seperti pabrik tempe dan tahu dikawasan sungai.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumbawa tahun 2008 yang dimuat pada situs Pendidikan Institut Pertanian Bogor.Sumbawa memiliki luas lahan pertanian sekitar 2.880,33 Km2 dari keseluruhan wilayah 6.643,98 Km2. Jumlah tersebut sebagian besar mencakup lahan milik masyarakat pribadi yang merupakaan  hasil bukaan hutan hujan tropis didataran tinggi penyimpan cadangan air alami dimana daerah tersebut menjadi sumber air utama aliran sungai yang tersambung dikawasan perkotaan Sumbawa dan bermuara ke laut lepas .

MASALAH UTAMA

Dikategorikan dua jenis ancaman terhadap lingkungan, yakni ancaman manusia (anthropogenik) dan ancaman alam.Tapi sepertinya ancaman manusia lebih berbahaya dibandingkan dengan alam.Perkembangan yang sangat pesat di daerah aliran sungai dan pesisir pantai sangat mengancam kondisi ekosistem disekitarnya.Terlebih lagi belum adanya sistem pengelolaan secara menyeluruh di daerah aliran sungai dan pesisir pantai yang notabenenya merupakan suatu kesatuan dan saling berkaitan erat.

Ancaman dari manusia adalah pertumbuhan dan perkembangan manusia di daerah aliran sungai dan pesisir pantai.Peningkatan pertumbuhan dan perkembangan penduduk ini mengakibatkan meningkatnya masukan material dari sungai (run-off) dan atau langsung keperairan pantai. Masukan dari sungai ini kemungkinan besar membawa beberapa bahan seperti sedimen dalam jumlah besar akibat pembukaan lahan; unsur hara berlebih dari pertanian (pupuk, pestisida, insektisida), limbah rumah tangga,dan limbah hasilindustry pengolahan tahu tempe yang beraktivitas disekitaran aliran sungai.

Hal yang sama terjadi pada pantai olahan sebagai tempat pariwisata. Pesisir  pantai yang mulanya bersih dan indah kini mulai dikomersialkan tanpa kendali. Wisatawan seringkali menimbulkan kerusakan pada terumbu karang. Pada rataan terumbu (reef flat) wisatawan akan menginjak-injak terumbu. Khusus bagi penyelam pemula seringkali tidak dapat mengontrol kaki mereka, sehingga menendang dan mematahkan karang.Banyak pulau wisatawan yang mengambil terumbu karang atau biota lainnya sebagai souvenir.Selain itu hampir disepanjang pesisir pantai sisanya tampak dipenuhi pemukiman penduduk yang sebagian besar mata pencahariannya adalah nelayan dan penjual seafood.Limbah rumah tangga dan limbah olahan hasil laut terpaksa dibuang kembali ke laut hal ini diakbatkan oleh truk sampah yang tidak mampu melewati jalan di pemukiman-pemukiman tersebut dikarenakan tata perumahan terlalu padat dan akses masuk yang begitu sempit.Penangkapan ikan secara berlebihan dengan menggunakan kapal tanker pun turut menyumbang sejumlah besar limbah.

DAMPAK DARI MASALAH

Dari sekian banyak aktivitas kehidupan masyarakat yang hampir setiap saat melibatkan ekosistem pantai, sungai dan hutan, hal tersebut tidak diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan.Padahal jika dihitung kembali, kapasitas limbah yang dihasilkan lebih tinggi dari hasil alam yang dimanfaatkan itu sendiri.Ditambah lagi, pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun terus bertambah, hal tersebut mempengaruhi penambahan produksi limbah yang dapat mencemari lingkungan.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa sungai dan pantai sangat berperan penting bagi kehidupan masyarakat sumbawa, apabila tercemar limbah maka akan berdampak besar bagi kehidupan, tidak hanya disektor pertanian,industry dan pariwisata, bahkan sampai kepada hal yang krusial menyangkut kerusakan ekosistem makhluk hidup dan ketersediaan air bersih.Apabila tekanan yang terjadi pada lingkungan sekarang ini terus berlanjut dapat menimbulkan kematian dan kepunahan bagi beberapa spsesies makluk hidup.Tentu sangat mengkhawatirkan mengingat masyarakat Sumbawa sangat bergantung hidup dengan hasil alam. Beberapa dampak yang mulai dirasakan masyarakat Sumbawa akibat pencemaran lingkungan oleh produksi limbah terutama limbah industry dan limbah rumah tangga antara lain sulitnya mendapatkan air bersih karena laju sedimentasi kian tinggi. Sedimentasi  terjadi karena tidak ada tutupan vetegasi dibagian tepi sungai,yang ada melainkan kawasan pemukiman penduduk dengan aktivitas industry sehingga tanah disekitanya mudah longsor dan digerus air. Tidak adanya pembatas antara sungai dan pemukiman penduduk membuat limbah di sungai terbawa luapan air ketika hujan desar.Dan dampak yang mulai dirasakan oleh penduduk sekitaran pantai saat ini adalah nelayan mulai sulit mendapatkan ikan dikarenakan trumbu karang rusak akibat tingginya kadar asam diperairan pantai.

Asam dapat melarutkan kalsium karbonat kerang dan rangka luar (cangkang). Bahkan konsentrasi asam yang lebih tinggi  akan memperlambat pembentukan cangkang kerang dan eksoskeleton (kalsifikasi). Sejak zaman pra-industri, pH lautan telah berubah dari sekitar 8,18 menjadi sekitar 8,08 karena tingginya tingkat pencemaran di lautan. Perbedaan 0,1 setara dengan sekitar 25% peningkatan konsentrasi ion H+. Pada akhir abad ini, kenaikan tersebut menjadi sekitar 225%.Hal inilah yang telah membuat para ahli kelautan khawatir karena beberapa karang yang mati sekarang dari arus tingginya konsentrasi asam. Mereka khawatir apa yang akan terjadi jika yang melompat sembilan kali lipat (25% sampai 225%).

SOLUSI DAN TINDAKAN KONKRIT YANG DITAWARKAN

            Guna mencegah dampak dari permasalahan lingkungan tersebut menjadi lebih parah.Ditawarkan sebuah solusi untuk mengatasinya yakni dengan menggunakan metode fitoremediasi. Fitoremediasi adalah proses bioremediasi menggunakan berbagai jenis tanaman yang memiliki kemampuan  untuk menghilangkan, memindahkan, dan atau menghancurkan kontaminandalam tanah dan air. Dalam usulan proyek ini, agen fitoremediasi yang digunakan adalah Vetiviera zizanioides atau yang biasa dikenal dengan tanaman akar wangi.Tanaman akar wangi dipilih karena kemampuan khususnya yang dapat bertahan hidup dikondisi ekstrim dan dapat menyerap zat-zat berbahaya.Vetiver juga mudah dikendalikan karena tidak menghasilkan bunga dan biji yang dapat cepat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya.Keajaiban vetiver sebagai tanaman ekologis disebabkan oleh sistem perakarannya yang unik.Tanaman ini memiliki akar serabut yang menembus sangat jauh ke dalam tanah.Akar vetiver diketahui mampu menembus lapisan setebal 15 cm yang sangat keras.Di lereng-lereng yang keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat. Cara kerja akar ini seperti besi kolom yang masuk ke dalam menembus lapisan tekstur tanah, dan pada saat yang sama menahan partikel-partikel tanah dengan akar serabutnya. Kondisi ini bisa mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air sehingga vetiver dijuluki sebagai ‘kolom hidup’.
Daya adaptasi pertumbuhannya pun sangat luas. Tanaman ini dapat tumbuh baik di lingkungan yang tidak menguntungkan termasuk pada lahan berat yang masam, mengandung mangan dan alumunium, bersalinitas tinggi dan mengandung banyak natrium, mengandung logam berat seperti Ar, Cd, Co, Cr, Pb, Hg, Ni, Se, dan Zn. Senyawa-senyawa aktif yang berbahaya tersebut tidak diserap begitu saja, namun akan diuraikan dan dinon-aktifkan oleh zat yang disebut dengan zah khelat. Setelah senyawa-senyawa tersebut sudah tidak lagi membahayakan, barulah dikoordinasikan pada bagian-bagian luar dari tubuh tanaman seperti pada akar dan jaringan ekskresi lainnya untuk dikeluarkan.

KONSEP PROYEK

Tindakan konkrit yang akan kami lakukan dalam waktu tiga bulan adalah dengan melakukan observasi dibeberapa tempat, faktor yang kami teliti antara lain kadar limbah, tingkat kekeruhan, kadar oksigen, dan pH. Kemudian dilakukan pengujian fotoremediasi sampel oleh vetiver. Apabila pengujian vetiver berhasil,vetiver akan ditanam di daerah aliran sungai pada lokasi tertentu yang tingkat polutannya tinggi dan merupakan jalur mengalirnya limbah, sedimentasi. Khususnya dekat dengan pemukiman dan industry agar  limbah rumah tangga dan limbah buangan hasil industry yang mencemari sungai dapat dinetralkan sekaligus sebagai pencegahan sedimentasi.

Selain itu vetiver juga akan ditanam pada pertemuan antara sungai dan perairan laut untuk menetralisirkan kandungan asam dan zat-zat logam yang mencemari perairan pantai. Tidak ada efek samping dalam pengerjaan proyek ini karena  agen yang digunakan berbasis tanaman yang siklus hidupnya terkendali. Dengan metode fitoremediasi ini, keadaan lingkungan dan kehidupan banyak spesies tetap dapat terselamatkan meskipun peembangunankota Sumbawa sedang berkembang pesat. Disamping tujuan untuk penghijauan kota dan bioremediasi, proyek ini juga dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat Sumbawa karena selain kemampuannya sebagai agen fitoremediasi dan penghasil oksigen, vetiver  mengandung minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi dibagian akarnya,sementara limbah olahan yaitu akar dan daunnya pun dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan yang unik.

PIHAK-PIHAK PENDUKUNG PROYEK

            Dalam pelaksanaan proyek ini, kami membentuk team yang akan bekerja sama dengan komunitas penjaga pulau. Komunitas Penjaga pulau adalah organisasi yang berfokus pada permasalahan trumbu karang dan sampah perkotaan.Project ini juga mendapat dukungan dari Lembaga Pendidikan tempat saya menempuh pendidikan saat ini yaitu Universitas Brawijaya, Fakultas Teknologi Pertanian, Tim CARE Himpunan Mahasiswa Keteknikan Pertanian (HIMATETA). Posisi saya dalam proyek ini adalah sebagai team leader yang akan mengkoordinatori jalannya proyek.

One thought on “Teknik Bioproses: Konsep Menjadikan Sumbawa Lebih Baik

  1. bagus tulisanmu…

    sepertinya, Sumbawa itu innndah sekali ya…

    bagus projeknya…
    ttg vetiver utk konservasi sanagt bagus, akarnya dalam dan mampu membentuk teras2 dg gratis..
    mungkin perlu dipertimbangkan ttg panen akarnya.. mengingat ketika dipanen semua skaligus akan mempermudah erosi dan sedimentasi. tanahnya sangat porous dan mudah terkikis erosi.
    mungkin ada baiknya dibuat kesepakatan bahwa panen akar dilakukan maksimal 50% pada lahan, pemanenan mengikuti garis kontur, langsung penanaman ulang pd lahan bekas panen akar wangi. memang produksinya akan 50% di bawah prodduksi maks nya, opprtunity yg hilang karena turunnya produksi minyak atsiri, namun ada keuntungan pada konservasi lahannya..demi kontinuitas, bukan maksimal namun tidak kontinyu.

    apakah masih berlanjut?

    salam

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s