Filosofi Bioproses


Sword-Fantasy-Weapon

Ternyata, untuk bisa menjadi pedang tajam berkualitas baik dengan tampilan seni yang indah, seonggok baja harus ditempa dengan bara api pada suhu hampir mencapai titik leburnya yakni pada temperatur sekitar 1538 derajat celcius.

ClipperPearlHarvest949

Ternyata, untuk bisa menghasilkan mutiara yang indah, kerang Pinctada harus dilukai dulu dengan benda asing.Sebagai pertahanan, Kerang pinctada akan mengeluarkan zat untuk melapisi benda asing tersebut agar permukaannya lebih halus dan tidak lagi melukai tubuh kerang pinctada.

green_algae_hd_widescreen_wallpapers_2560x1600

Dan ternyata, untuk bisa menjadi substansi terpenting dalam khazanah sumber energi terbarukan, marine algae strain Chlorela Vurgaris harus mengalami shock salinity atau kondisi penggaraman extrem agar alga tersebut dapat memproduksi trihalosa 8 kali lipat dari keadaan normalnya. Trihalosa adalah sejenis gula yg dapat dikonversikan menjadi bioetanol.

Ini hanya segelintir bukti, jika pada kenyataannya alam pun mengalami fase penderitaan untuk menjadi  sesuatu yang berharga. Mereka bahkan tidak pernah mengeluh. Lalu, bagaimana dengan kita?

2 thoughts on “Filosofi Bioproses

  1. benar, dan sangat inspiratif, Ze…
    belajar ayat2 di alam sbg cermin buat kita semua

    untuk pengolahan logam ada yg menarik ttg pembuatan keris, terlepas dr tafsir sosiologis politis yg ada.
    aku melihat sebagai proses pembuatannya saja, sebagai warisan leluhur kita yg menyimpan pelajaran yg besar ttg jati diri manusia..

    untuk menjadi keris, logam harus dibakar di neraka kehidupan sampai merah dan ditempa, dipukul, dicelup dalam ujian2 hingga sedikit demi sedikit hilanglah pengotor bajanya. berulang2 hingga murnilah dia, bersihlah dr kotoran2 dosa, keburukan2 perangai, dll pengotor.
    hingga terwujudlah keris itu..
    kemudian warangkanya/ sarungnya dibuat dr kayu sbg wadah raganya.
    pembungkus yg dapat dilihat, sementara keris jiwa tersembunyi di dalamnya, tak terlihat.

    boleh jadi wadahnya buruk penampilannya, tanpa hiasan permata dan berlian,
    namun keris jiwanya sangat besar memancar pamornya.

    boleh jadi wadahnya bagus bertahtakan intan berlian harum kayu cendana, namun keris jiwanya tak ada pamor yg terpancar


    untuk menjadi kupu2 cantik, indah menawan hati
    ulat harus berpuasa, meninggalkan kerakusan makan segala yang menghidupinya,
    yang membuatnya hidup,
    kemudian
    memintal benang-benang kehidupannya menjadi pertapaannya,
    tempat bertafakur,
    tempat bertadzakur,
    hingga waktu yg ditentukan
    keluar dari pertapaannya
    dan lahir menjadi makhluk baru
    sama sekali baru
    jauh lebih indah dan menawan,
    ya, kelahiran jiwa,
    belajar terbang mencari inti sari bunga


    Sy. Ali:
    “manusia itu tidur, dan baru bangun ketika meninggal dunia”

    seharusnyalah kita jadi kupu-kupu
    sejak di dunia,
    bukan nanti setelah raga ditelan bumi,
    karena lebih berat dan lebih nyata kerasnya proses dan perjalanannya…


    mohon maaf sekiranya tidak berkenan di hati
    semoga bermanfaat, Ze.
    Manurutmu bagaimana?

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s