PETRICHOR: Parfum aroma hujan


          its-raining2

        Apa kau suka hujan? Musim hujan selalu ada saja ceritanya, mulai yang aneh sampai yang menyenangkan . Tapi ada satu yang selalu aku sukai. Aroma tanah basah ketika hujan. Sejak kecil, aku suka hujan, kalau sedang hujan-paling tidak aku harus berada di depan teras, kalaupun di dalam ruangan, di kelas, aku bersandar di dekat jendela. Tak jarang ku buat tulisan tentang hujan meski hanya sebaris kalimat. Satu hal yang paling ku yakini hingga saat ini:

Ketika hujan turun, itu adalah pertanda gerbang langit terbuka. Dan ribuan malaikat terbang mengitari langit bumi, mencatat doa-doa.

          Makin lama, aku makin dewasa, makin sibuk dengan kesibukan-kesibukan orang dewasa hingga tak sadar aku mulai jarang mengamati hujan. Tugas-tugas sekolah, masalah pribadi, kehidupan sosial dan banyak lagi.  Jadilah aku acuh dengan hujan. Ketika hujan, aku tidak lagi terlalu ngoyo ingin bersandar didekat jendela dan kadang juga aku protes kalau-kalau hujan mengurungku-tak bisa kemana-mana. Meski begitu aroma tanah basah-lah yang selalu membawa sejuk disini (hati).

           Aroma tanah basah, begitulah aku sering menyebutnya. Suatu aroma segar yang menyeruak ketika hujan dan hingga saat ini masih saja menyenangkan untuk dihirup-meski aku tidak begitu memikirkan bagaimana mekanisme kehadirannya.  Dan barulah ku tahu sebenarnya, aroma tanah basah ini bernama Petrichor. Tahukan kawan?…

         Petrichor adalah aroma yang menyenangkan yang sering muncul-menyertai hujan pertama setelah periode kemarau panjang dimana cuaca kering-hangat melanda suatu daerah tertentu.

         Kata Petrichor berasal dari bahasa Yunani yaitu petros yang artinya batu dan ichor yang bermakna cairan yang mengalir seperti darah di pembuluh darah para dewa. Petrichor adalah istilah puitis yang berarti sesuatu seperti “aroma esensial batu”. Penamaan Petrichor ini berasal dari dua peneliti Australia , yang menemukan bahwa aroma tanah basah adalah suatu minyak esensial yang terpancarkan dari batu atau tanah.

         Minyak esensial Petrichor ini merupakan ikatan rumit setidaknya dari lima puluh senyawa yang berbeda , agak seperti parfum dan terbentuk melalui dua reaksi kimia. Reaksi pertama berasal dari aktivitas vegetasi. Salah satu sumber yang berkontribusi dalam pembentukan ikatan senyawa petrichor adalah daun Eucalyptus dan minyak dari beberapa jenis tanaman yang mengeluarkan minyak selama musim kemarau dan teradsorpsi pada permukaan batu dan partikel tanah. ketika hujan, minyak ini dilepaskan ke udara.

     Reaksi kedua, Petrichor terjadi ketika bahan kimia diproduksi oleh bakteri soil-dwelling dikenal sebagai actinomycetes. Senyawa ini merupakan senyawa aromatik yang bergabung untuk menciptakan Petrichor, aroma menyenangkan ketika hujan menyentuh tanah. Aroma lain yang terkait dengan hujan adalah akibat reaksi di sekitaran ozon. Selama badai , petir dapat memecah ikatan oksigen dan molekul nitrogen di atmosfer , dan mereka pada siklusnya dapat bergabung kembali menjadi oksida nitrat . Zat ini berinteraksi dengan bahan kimia lainnya di atmosfer untuk membentuk ozon , yang memiliki bau tajam samar-samar mirip klorin. Ketika seseorang mengatakan mereka bisa mencium aroma hujan datang , sangat mungkin bahwa angin dari badai telah menyebab ozon turun dari awan dan terhirup oleh orang tersebut.

3 thoughts on “PETRICHOR: Parfum aroma hujan

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s