Senjata Rahasia dibalik Khasiat Black Tea


original

Guys, ada yang suka minum Black Tea? Hmm…Aku sendiri sebenarnya bukan pecinta fanatik black tea, tapi aku gak asing dengan minuman yang satu ini. Selalu ada di kantin dan penyegar yang paling murah harganya hihihii…Gak lama ini ada tugas matakuliah yang topiknya seputar Black Tea. Setelah dikerjain dan nyari banyak referensi ternyata black tea ini canggih juga loh. Gak hanya rasa yang khas tapi teh juga dikenal karena khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Apa sih kandungan black tea sampai pamornya setenar itu? Hmmm…ternyata teh hitam punya banyak kandungan flavanoid. Apa sih flavanoid itu? cek this out yeah!

Flavonoid merupakan suatu kelompok senyawa fenol terbesar yang ditemukan di alam.Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah, ungu dan biru dan sebagian zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Flavonoid mempunyai kerangka dasar karbon yang terdiri dari 15 atom karbon, dimana dua cincin benzene (C6) terikat pada suatu rantai propane (C3) sehingga membentuk susunan C6-C3-C6. Susunan ini dapat menghasilkan 3 jenis struktur, salah satunya adalah flavonoid atau 1,3-diarilpropan.

Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, anti inflamasi, mencegah keropos tulang dan antibiotik. Beberapa kasus, flavonoid berperan secara langsung sebagai antibiotic dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus.

1. Katekin

Kandungan utama pada polifenol yang dimiliki teh. Katekin merupakan segolongan metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan oleh tumbuhan dan termasuk dalam golongan flavonoid.Senyawa ini memilik aktivitas antioksidan berkat karena gugus fenol yang dimilikinya.Strukturnya memiliki dua gugus fenol (cincin-A dan –B) dan satu gugus dihidropiran (cincin –C).Karena memiliki lebih dari satu gugus fenol, senyawa katekin sering disebut senyawa polifenol. Berikut struktur kimia dari katekin

Katekin teh memiliki sifat tidak berwarna, larut air dan membawa sifat pahit atau sepat pada seduhan teh.Hampir semua sifat produk teh, baik rasa, warna dan aroma dihubungkan dengan modifikasi pada katekin.Katekin tahan terhadap kondisi asam lambung dan baru terdegradasi pada suasana basa.Efek katekin pada teh hitam diketahui dapat menurunkan konsentrasi LDL, meningkatkan HDL dan menurunkan kegiatan oksidaso LDL.Katekin teh bersifat antimikroba (bakteri dan virus), antioksidan, antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan sekresi air seni dan menghambat pertumbuhan sel kanker

2. Theaflavin

Teh hitam yang selama ini dikonsumsi masyarakat cukup banyak mengandung komponen senyawa yang baik bagi tubuh.Utamanya adalah antioksidan serta theaflavin cukup tinggi.Senyawa inilah yang mempunyai efek dapat mengurangi resiko-resiko penyakit seperti kanker dan mencegah jantung koroner.Menurut hasil penelitian, katekin dalam teh hitam merupakan senyawa yang disebut-sebut sebagai actor yang mampu melawan penyakit degenerative adalah senyawa theaflavin.

Senyawa theaflavin merupakan antioksidan, antimutagenik, antidiabetes dan anti penyakit lainnya.Senyawa ini jumlahnya sangat signifikan di dalam teh hitam. Aktivitasnya sebagai antoksidan dalam menghambat oksidasi low density lipoprotein (LDL) ternyata menunjukkan hal yang menakjubkan. Dalam seduhan the hitam, theaflavin memberikan warna merah kekuningan

3. Quercetin

Merupakan senyawa kelompok flavonol terbesar, quercetin dan glikosidanya berada dalam jumlah sekitar 60-75% dari flavonoid. Quercetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya proses peroksidasi dari Low Density Lipoproteins (LDL) dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam transisi.

Ketika flavonol quercetin bereaksi dengan radikal bebas, quercetin mendonorkan protonnya dan menjadi senyawa radikal, tapi elektron tidak berpasangan yang dihasilkan didelokaslisasi oleh resonansi, hal ini membuat senyawa quercetin radikal memiliki energi yang sangat rendah untuk menjadi radikal yang reaktif.

4. Thearubigin

Merupakan ikatan polimer dari polifenol yang terbentuk selama oksidasi enzimatik dan hasil kondensasi dari dua gallocatechin (epigallocatechin dan epigallocatechin gallate) dengan bantuan polifenol oksidase selama fermentasi teh hitam.Thearubigin berwarna merah.Oleh karena itu teh hitam (teroksidasi sepenuhnya) memberikan warna cairan kemerah-merahan sementara teh hijau atau putih memberikan warna lebih cerah. Walaupun warna dari teh ini hitam, dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti jumlah theaflavin, bentuk lain dari oksidasi polifenol.

Kedua theaflavin tersebut terutama oligomeric thearubigin merupakan kontributor penting pada rasa teh hitam.Sementara sifat dan konsentrasi phenolic keduanya yang ada dalam teh tak teroksidasi, seperti teh hijau atau putih, memiliki efek yang signifikan terhadap kesehatan manusia, beberapa studi telah menemukan bahwa thearubigin memiliki beberapa potensi akibat antioksidan mereka.

5. Tanin

Tanin adalah suatu senyawa polifenol yang berasal dari tumbuhan, berasa pahit dan kelat, yang bereaksi dengan dan menggumpalkan protein, atau berbagai senyawa organik lainnya termasuk asam amino dan alkaloid.Tanin dalam teh sebagian besar tersusun atas katekin, epikatekin, epikatekin galat, epigalo katekin, epigalo katekin galat dan, galokatekin.

Tanin yang terkandung dalam minuman seperti tehkopianggur, dan bir memberikan aroma dan rasa sedap yang khas. Bahan kunyahan seperti gambir(salah satu campuran makan sirih) memanfaatkan tanin yang terkandung di dalamnya untuk memberikan rasa kelat ketika makan sirih. Sifat pengelat atau pengerut (astringensia) itu sendiri menjadikan banyak tumbuhan yang mengandung tanin dijadikan sebagai bahan obat-obatan. Tanin yang terkandung dalam teh memiliki korelasi yang positif antara kadar tanin pada teh dengan aktivitas antibakterinya terhadap penyakit diare yang disebabkan oleh Enteropathogenic Esclierichia culi (EPEC) pada bayi. Hasil penelitian Yulia (2006) menunjukkan bahwa daun teh segar yang belum mengalami pengolahan lebih berpotensi sebagai senyawa antibakteri, karena seiring dengan pengolahan menjadi teh hitam, aktivitas senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri pada daun teh menjadi berkurang.

tumblr_mdltz2Z4kv1qhxaymo1_500

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s