Berlaku Setulus Enzim


onion-cells

Hai teman, Assalamulaikum…Ah senangnya ini yang pertama aku membuka postingan dengan mengucap salam, karena aku mulai sadar kalau ternyata banyak juga teman-teman yang sudi membaca ceritaku. Maaf yang kemarin-marin itu khilaf.😀

Well, bertepatan dengan hari pendidikan Nasional kali ini (2 Mei 2014), aku banyak belajar, banyak sekali, tentang apa itu Ketulusan. Seperti yang dikatakan oleh seorang dosenku, kadang untuk sadar, kita harus belajar dengan disakiti terlebih dahulu. Ya, akhir-akhir ini aku banyak mengeluh karena merasa disakiti. Disakiti oleh banyak deadline tugas, disakiti oleh orang-orang sekitar, disakiti oleh tuntutan ini dan itu…Ah intinya, disakiti dan merasa sangat dirugikan. Tetapi lambat laun mengeluh toh tak berguna, hanya memperkeruh hati dan pikiran. Jadi mulailah aku berdamai dengan diriku sendiri. Apapun yang menyakiti, yuk mari bersinergi, wahai diriku. Aku semakin teguh untuk berdamai dengan diriku sendiri pada suatu ketika aku belajar matakuliah yang mengulas tentang Enzim. Mulanya tidak benar-benar niat belajar enzim, namun karena suatu punisment yang harus ku tanggung. Allah mengajariku hidup melalui Enzim.

Teman, kau tahu enzim? Iya Enzim… Enzim adalah suatu biokatalisator yang tersusun atas senyawa protein, yaitu suatu bahan yang berfungsi mempercepat reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup. Seumur hidupnya, selama enzim masih ada dimuka bumi pekerjaannya adalah membantu. Membantu reaksi kimia berjalan lebih cepat. Kau bisa bayangkan berapa kali reaksi kimia terjadi dimuka bumi barang sedetik? semenit? sejam? sehari dan seterusnya? sebanyak itulah enzim tak pernah berhenti untuk membantu. Mengapa ya enzim begitu baiknya sampai seluruh waktunya ia habiskan untuk membantu?padahal tubuh enzim tidak lebih dari segumpal koloid.

Sebut saja salah satu enzim, kinase namanya. Kinase, mempunyai sifat-sifat yang sangat menarik. Protein-protein kinase biasanya terdapat dalam bentuk tidak aktif yang tersusun atas dua subunit pengatur dan dua subunit katalitik. Karena kinase berada dalam keadaan yang tidak aktif maka harus ada suatu yang mengaktifkan kinase. Tahukah bahwa enzim kinase adalah enzim yang paling banyak berperan dalam proses glikolisis? Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa menjadi energi. Tanpa reaksi ini, seluruh sel dalam tubuhmu akan mati karena tidak dapat beraktivitas. Jadi mulai sekarang berterimakasihlah pada kinase. Jadi beginilah reaksinya:

z

              Gambar diatas adalah proses glikolisis, tampak rumit bukan? aku tidak memaksa kalian untuk memahami ini teman. Tapi cobalah berfikir sejenak, kurang lebih terdapat 10 tahap reaksi dan hampir semuanya bersifat dua arah (reversibel). Kau tahu kawan, reversible dalam keilmuan berarti ketika enzim memecah suatu molekul substrat, enzim tersebut juga dapat membentuk kembali pecahan substrat tersebut. Jadi, enzim akan bekerja bolak-balik demi metabolisme energi dalam tubuhmu. Masihkan kita tidak mau tahu, tentang apa-apa saja sahabat kecil yang Allah anugerahkan untuk membantu hidup kita?

Memang sih belajar reaksi itu membosankan, njilmet dan tidak kasat mata, tapi kawan. Tubuh kita yang sebesar dan sekuat ini saja sudah mengeluh manakala hanya melihat skema reaksi glikolisis diatas. Lalu bagaimana dengan enzim? Enzim tidak bisa melihat, bahkan tubuhnya hanya segumpal kecil koloid tak berotak. Tapi sadarkah kawan, benda sekecil ini bisa lebih tulus dalam bekerja dan patuh dengan kodratnya?

Oh iya, kalau kalian masih sudi mendengar ceritaku, tentang sahabat kita si enzim kinase ini, pada beberapa sumber literatur menyatakan bawah pada fasa preparatory enzim membutuhkan energi ATP untuk bereaksi. Coba lihat diatas, tepatnya tahap 1 dan 3. Tapi sungguh kawan, seorang penulis ilmiah- Lehninger- dalam bukunya menyatakan bahwa energi ATP dipakai sebagai pendonor gugus fosfat, dan si penerimanya adalah si substrat glukosa. Enzim kinase hanya perantara, yang membantu penyaluran gugus fosfat tersebut. Sungguh kawan, sedikit pun enzim tidak mengambil apa-apa yang bukan haknya, dan enzim ini masih tetap tulus bekerja. Lalu apa yang membuat enzim tidak lelah bekerja?Lalu bagaimana dengan kita?

Kalau sudah tahu begini, apa lagi yang membuat kita pantas mengeluh. Memperjuangkan kehidupan sendiri saja masih banyak mengeluhnya. Apalagi membantu orang lain? harusnya kita belajar dari ketulusan enzim.  Mau belajar lebih banyak tentang enzim kinase? Klik reaksi glikolisis

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s