Resensi: Sophie Verden


IMG-20121218-01332

Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya.

-Goethe

          Seperti itulah Kalimat pertama yang dikutip Jostein Gaarder dalam rangka mengawali novel filsafat yang ditulisnya, yang kemudian diakhiri oleh berlembar-lembar kata indeks yang enggan ku baca. hahaha. Dan… dipostingan kali ini aku tidak akan mengulas kelebihan dan kekurangan novel ini. Mungkin sebagian dari kita semua punya presepsi tersendiri dalam menilai jadi aku hanya ingin menulis ringkasan ceritanya saja, disamping karena aku sudah berjanji akan menulis spesial untuk teman-teman yang enggak doyan baca novel 800 halaman, aku juga ingin melatih ingatanku dan kemampuan meringkasku. Bisa dibilang ini buku lama tapi cukup membuka wawasan loh. Jadi begini ceritanya :

          Adalah Sophie Amundsen, seorang gadis berusia 14 tahun dengan karakter ceria, penuh rasa ingin tahu dan menyayangi hewan. Sama halnya seperti gadis-gadis lain, Sophie menghabiskan masa remaja dengan sekolah dan bermain sepanjang hari bersama sahabat tersayangnya-Joanna. Bersama ibunya yang bekerja sebagai penerjemah bahasa latin, sophie tinggal di daerah pinggiran kota, sementara ayah Sophie-yang seorang nahkoda tanker minyak sedang berlayar entah kemana. Sungguh kehidupan remaja yang biasa-biasa saja, sampai suatu hari di bulan Mei sebuah amplop putih misterius mendarat dikotak surat kediaman tempat Sophie dan ibunya tinggal. Bukan surat kabar untuk ibunya dan juga bukan surat dari bank yang seperti biasa ditujukan untuk ayahnya. Amplop putih tanpa perangko dan tanpa identitas pengirim ini ditujukan untuk “Sophie Amundsen, 3 Clover Close” setidaknya itulah satu-satunya yang sophie tahu. Lebih heran lagi ketika Sophie membuka amplop tersebut, isinya adalah secarik kertas kecil-tertulis “Siapakah kamu?”

          Pertanyaan itu begitu membingungkan, semakin Sophie memikirkan hal itu makin banyak statemen yang muncul dibenaknya. Di depan cermin kamar mandi Sophie tertegun, melihat refleksi wajahnya sendiri. Siapakah kamu? Dia adalah Sophie Amundsen, tentu saja! Tapi, siapa Sophie Amundsen itu? Bagaimana jika namanya bukanlah Sophie, misalnya saja berganti menjadi Lillemor Amundsen. Apakah dia akan tetap menjadi Sophie Amundsen seperti yang orang lain kenal? Yah, terkadang Sophie ingin menjadi orang lain karena penampilan dan wajahnya. Belum habis kebingungan Sophie, surat misterius datang lagi dengan sebuah pertanyaan Dari mana datangnya Dunia?”, kali ini Ia benar-benar berpikir. Sepanjang hidupnya ia tinggal didunia ini, namun baru kali ini seseorang bertanya dari mana datangnya dunia-dan ia menyadari bahwa ia tidak tahu. Sejak saat itu hari-hari Sophie tak pernah terlewatkan tanpa berpikir, surat misterius yang selalu datang mengajarkan Sophie tentang kehidupan filosofis.

            Kebingungan itu bukan satu-satunya masalah Sophie, sejak tiga ribu tahun yang lalu orang-orang sudah menanyakan bagaimana dunia ini berasal. Dan lahirlah berbagai macam mitos sebagai solusi untuk menjawab rasa penasaran orang-orang terdahulu, demikianlah yang diajarkan Guru Filsafat kepada Sophie melalui surat-surat misteriusnya. Sejarah Filsafat terus diajarkan kepada Sophie, perihal kemunculan para filosof yang pantang menyerah untuk mencari jawaban teka-teki kehidupan, mulai dari Thales, Democritus, Decrates dan tokoh filosof Yunani terkenal lainnya, belakangan Sophie mengetahui bahwa guru Filsafatanya itu bernama Alberto Knox yang sempat tinggal di gubuk tua di dalam hutan.

*****

            Di waktu yang lain sesuatu yang aneh menimpa Sophie (lagi), kartu pos misterius dengan prangko Norwegia dan bercap pos “Batalion PBB” sengaja dikirim kepadanya, namun isinya adalah ucapan selamat Ulang Tahun Seorang Ayah bernama Albert Knag untuk putrinya yang bernama Hilde Moller Knag. Sungguh terasa ganjil mengingat Sophie sama sekali tidak mengenal kedua orang ini. Apakah ini ada kaitannya dengan si Guru Filsafat? Suatu kebetulan yang mutlak jika keduanya memilki nama yang hampir sama, Albert Knag dan Alberto Knox. Karena pada suatu hari Sophie menerima kartu pos dari Albert Knag lagi, dan kali ini ayah Hilde mulai membahas mengenai pertemuan Sophie dengan Alberto Knox si Guru Filsafat yang disebutnya sebagai Sang Filosof. Hal ini cukup menjengkelkan bagi Sophie, namun di satu sisi Ia suka belajar Filsafat.

            Sophie akhirnya bertemu dengan Sang Filosof, Alberto Knox. Mereka menjelajahi ruang dan waktu mengikuti perkembangan filsafat dari masa ke masa, bertemu dengan para Filosof dunia, Socrates, Plato, Aristoteles, bertemu konsep keagamaan dunia menuju abad pertengahan. Sepanjang abad pertengahan, bangsa arab (muslim) sangat menonjol di bidang ilmu pengetahuan seperti matematika, kimia, astronomi dan ilmu kedokteran.

          “Ukurlah apa yang dapat diukur dan buatlah agar dapat diukur-sesuatu yang tidak dapat diukur” kata seorang italia, Galileo Galilei-ilmuan paling penting diabad 17. Sophie dan Albert Knox juga bertemu dengan Nicolaus Copernicus, si ahli astronomi Polandia. Mereka juga menikmati perjalanan sains bersama Isaac Newton dan Erasmus. Segalanya begitu nyata di Dunia Sophie.

           Singkat cerita, benang kusut dunia Sophie mulai terurai seiring pelajaran filasatnya bersama Alberto Knox-Sang Filosof. Ayah Hilde kian sering muncul dengan cara yang tidak masuk akal seperti melalui PC komputer milik Sang Filosof, kemunculan sosok gadis bernama Hilde di dalam cermin, dan kartu Pos dari Batalion PBB yang mulai mengajaknya bicara. Kemudian, Sang Filosof-Alberto Knox selalu memanggil Sophie dengan sebutan Hilde dengan spontan dan tanpa kesengajaan. Lebih mengejutkan lagi ketika Sophie melihat dengan mata kepala sendiri Alberto Knox berubah menjadi seekor anjing Labrador yang biasa ia lihat dahulu datang mengantarkan surat misterius !

          Sophie dan Alberto Knox sepakat mengambil kesimpulan, bahwa ayah Hilde bukanlah orang biasa, karena ia dapat berada dimana saja dan merubah dunia Sophie sesuka hati. Ternyata benar, ayah Hilde-Albert Knag adalah seorang Mayor yang bekarja di PBB dan ditempatkan di Libanon, ia menulis sebuah cerita khusus untuk hadiah ulang tahun putrinya yang ke-15, sama persis seperti ulang tahun Sophie.

          Sedangakan Alberto knox dan Sophie? Mereka tidak lebih dari karakter utama cerita yang ditulis oleh ayah Hilde, Kisah itu diberinya judul  “Dunia Sophie”

            Sophie menyadari bahwa hidupnya akan selesai jika cerita yang ditulis Ayah Hilde berakhir, ia tidak ingin tamat begitu saja. Sophie berencana memperdayai si penulis, dan kabur dari cerita. Di dunia yang sebenarnya, Albert Knag akhirnya pulang menemui Hilde Moller Knag-putrinya. Ia membawa bab terakhir cerita “Dunia Sophie” yang sangat dinanti-nanti Hilde. Sophie berjalan di sekeliling Hilde namun Hilde tak melihatnya, mereka berbeda. Alangkah menyenangkan jika ia adalah manusia sungguhan seperti Hilde, pikir Sophie. Setidaknya dengan menjadi manusia seperti Hilde- Sophie dapat hidup lebih lama lagi ketika cerita yang ditulis Ayah Hilde berakhir. Kemudian, pertanyaan datang dibenak Sophie, Apakah manusia seperti Hilde dapat hidup lebih lama? Tidak. Semua makhluk hidup pasti akan mati termasuk manusia, dan Hilde adalah manusia. Tanpa sadar Sophie mengingat teori plato mengenai ide-ide. Bahwasannya ide adalah suatu bentuk yang abadi, ide muncul dari pemikirian-pemikiran dan akan terus ada sepanjang waktu, dan Sophie adalah sebuah karakter- ide dari pemikiran ayah Hilde. Yah! Cerita Sophie akan abadi, ia pun senang dan merasa puas akan dunianya sendiri.

            Sementara itu Albert knag dan Hilde Moller Knag tengah asik membicarakan bagaimana sebuah dentuman dasyat mengawali kehidupan diluar sana, kemudian muncul bintang-bintang, galaksi dan bumi, tidak ada yang tahu kehidupan nun jauh diluar sana. Pasti ada suatu Dzat Yang Maha sempura-menciptakan semua ini, alam, makhluk hidup, termasuk manusia. dan… begitulah akhir ceritanya.

Glosarium :

Democritus: a – tom = tidak dapat dipotong

Cogito, ergo sum – aku berpikir, karena itu aku ada

Scentio,ergo sum – aku merasa, maka aku ada

Res cogitan – gagasan, pikiran

Res extensa – perluasan, materi

Sub specie aeter nitatis – melihat segala sesuatu dari perspektif keabadian

Tabula rasa – kertas kosong

Carpe diem – Rebut hari ini

Momento mori – Ingatlah bahwa kamu akan mati

Das ding an sich – benda-benda sebagaimana yang tampak di mata kita

Credo quia absurdum – aku memercayainya karena ia tidak rasional

Kesan: 

Pernahkah kalian berpikir-sebenarnya kita ini adalah karakter dari sebuah cerita panjang?-yang didalamnya tertulis skenario pertemuan kita. Apa salahnya menjadi sebuah karakter? Sebuah karakter hidup yang kadang kala ingin lari dari kenyataan “skenario”.

Selama kita berpikir dan melahirkan ide-ide. Maka demikianlah letak eksistensi kita. Ide adalah sesuatu yang abadi.
Dan menurutku. Kita layak bersyukur karena-kita adalah ide yang diciptakan oleh Allah Yang Maha Sempurna.
Bahkan lebih eksis daripada ide itu sendiri.

Sofies Verden, saatnya aku kembali menjadi karakter terbaik di duniaku sendiri.🙂

Baca juga : Le petit Prince , Supernova:Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh

[Boleh Co-Pas, jangan lupa cantumkan Link ya ^^]

19 thoughts on “Resensi: Sophie Verden

  1. salam kenal..
    assalamualaikum..

    bagus dan menarik ulasannya..
    gambarnya bagus daN unik..
    aku ada pertanyaan.. apa sebenarnya yg dicari oleh filsafat? apakah sekedar senam otak, retorika, dialektika,…
    wassalam..
    — tasim

  2. Waalaikumsalam. Terimakasih sudah berkunjung.

    Menurutku sih filsafat adalah seni berpikir yang punya banyak tujuan. Kalau masalah 3 hal yang anda sebutkan tadi sih saya kurang paham juga. Kan tujuan dan cara orang berpikir berbeda-beda.

    Intinya Selama kita berpikir dan melahirkan ide-ide. Maka demikianlah letak eksistensi kita (bukankah manusia diciptakan berakal?).

    • Trims Ze..

      Memang benar manusia dikaruniai fikiran,  menggunakan fikirnya, melahirkan ide-idenya…
      Nah yg sering  dijadikan contoh d filsafat Yunani adalah alegori gua, tentang orang yg bekerja si bawah terik matahari melahirkan ide2nya, yg di pintu gua yg bisa melihat keluar, yg di dalam gua ada yg terikat hanya melihat bayang2 aktivitas d dinding gua… Ini sebenarnya apa? Banyak gaya bahasa waktu itu yg menggunakan simbol yg dg berjalannya waktu saat ini kurang kita fahami, karena distorsi, perubahan cara pandang, cara fikir dll…
      Pada awalnya, kalau kita perhatikan, awalnya adalah pembicaraan ttg manusia, siapakah dia, kenapa ada d alam dunia, utk apa sih… Ketika ada permisalan d alam reflrksi lg ke manusia. Tp lama kemudian bergeser, ada postmo dll…
      Bahkan pada awalnya, filsafat ttg negara adalah utk mewadahi filsafat ttg manusia, karena dunia-dalam manusia sedemikian kompleks dan rumit, maka contoh negara sbg model utk menjelaskan ttg manusia…
      Nah, utk menjawab ttg manusialah…filsafat itu, pada awalnya..
      Termasuk di dalamnya ttd dunia  idea…
      .. Salaam.

  3. Ya, seperti itu tujuan filsafat pada “awalnya”. tapi “halo” kita sudah masuk diera yang jauh sangat maju dan berbeda. Begini maksud saya, kita tahu kalau semua manusia dilahirkan dengan akal. tapi kita tidak tahu apa bahasan filsafat yang jadi trending topic digenerasi manusia pertama (dlm kepercayaan saya adalah Nabi Adam As). Hanya pada lebih dari 3000 tahun yang lalu (menurut buku jostein yang berarti lebih dari 3024 tahun menurut kita) hasil pemikiran mulai di dokumentasikan dengan berbagai cara, oleh karenanya kita jadi tahu “apa-apa” yang orang dulu pikirkan-dan itu semua menjadi pertimbangan pola pikir kita saat ini. Dokumentasi tidak hanya dari negeri barat, banyak juga sejarah yang mendokumentasikan hasil pemikiran dari negeri timur. Secara general kita tahulah bagaimana plotnya. Kita juga bisa berpikir dan mengambil sari yang tepat untuk mencapai tujuan kita sendiri.

    Nah kalau kita sudah tahu, untuk apa kita susah payah membahas tujuan filsafat yang sama dengan tujuan filsafat orang2 3024 tahu yang lalu? sama seperti jika sekarang ini kita sudah bisa memakai komputer, untuk apa kita susah payah memikirkan apa simbol yang tepat untuk angka satu dua dst. belum lagi kita harus menemukan rumus belum lagi rumus itu kita himpun menjadi persamaan diferensial belum lagi kita mengenal material belum lagi kita merancang kalkulator dan banyak tahap yang panjang hingga sampai ke sebuah komputer.

    Itu mengapa saya lebih berfokus pada ide-nya, bukan pada manusianya (yah gak menutup kemungkinan sih kalau jutaan tahun mendatang kita berevolusi jadi apa gitu sampai harus ada pengkajian berulang-ulang soal untuk apa manusia ada, iya kalau berevolusi, kalau punah?ah terlalu egois kalau filsafat hanya membahas manusia)

  4. Kita apreciate capaian2 perkembangan ide dan pemikiran manusia utk kemakmuran manusia…
    Permasalahannya, jangan terjebak di dalamnya.. Memang dr segi manfaat yg kita peroleh sangat besar, yg sampai pada taraf capaian tertentu,  akan memunculkan krisis eksistensi. Coba, ketika semua kebutuhan, bahkan semua keinginan manusia terpenuhi, setidak tidaknya spt di negara2 welfare state,  pertanyaan berikutnya adalah “so what”. Terus saya mau ngapain?. Mau apa hidup di sini?
    Pertanyaan inilah yg tersimpan jawabannya dalam setiap ajaran agama, bahkan dalam filsafat2 kuno, spt filsafat yunani, selama kita dpt menarik benang merah dan memahami bahasa/ simbol, permisalan, kisah2 yg digunakan.
    Bahkan filsafat sendiri secara bahasa artinya adalah cinta akan hikmah… Kalau di bahhasa arab, filosof, ahli filsafat, mirip dg ahlul hikmah.. Menemukan hikmah, seperti menemukan intan dari kubangan lumpur hitam yg pekat, bau, … Dan itu adalah suatu karunia yg besar dr Tuhan , yg tersebar di mana2… utk hidup manusia menemukan eksistensinya….
    Semoga bermanfaat..

    Salaam.
    –tasim

    * maaf, kukirim lg ya… kmaren ternyata dr akun gmail ku ga bisa masuk. ada error..

  5. Kata “hikmah” saya setuju. Tapi saya sendiri tidak paham benar, apa sih hikmah itu?Saya cuma paham kalau hikmah itu sesuatu yang baik, hikmah itu baik dari mana saja asal muasalnya. That’s it. Tolong kasih pencerahan bagaimana hikmah itu menurut anda? apa hikmah yang kita maksud itu sama bagi setiap generasi filosof? apa hikmah itu hanya dapat dirasakan oleh manusia? terus kalau kita sudah mendapatkan hikmah apa kah kita sudah menemukan eksistensi kita? bagaimana dengan makhluk lain yang tidak dikaruniai akal, apakah lantas mereka tidak bisa mendapatkan hikmah? hikmah itu apa sih?

    • lagi nonton mata najwa, kisah para darah muda, ttg pendidiikan di daerah twrpencil.. bagus… kayanya programnya Anis. Indonesia Mengajar..

      selamat hari kebangkitan nasional… semoga negeri kita tercinta bangkit jiwa dan raganya.. Amiin.

  6. Assalualaikum.. Ze.
    Wah, jangan merendah gitu dong.. Saya sih belum layak memberi pencerahan.. Kita sharing aja.. Siapa tahu saya salah jg… Atau ada yg tidak berkenan..
    Hikmah bisa dr hidup orang lain atau penggalan2 hidup kita..
    Coba, emas yg diperoleh dr ore pertambangan mungkin sekitar 5 sampai 10 ppm… Artinya dari 1 jt gram batu (= 1 ton), dan pengotor2 lainnya hanya ada 5 -10 gram emas… Sekian banyak yg harus kita buang. Ada lumpur, batu, logam-2 lain yg bertindak sbg pengotor semuanya harus dihancurkan dan dibuang. Setelah semua bersih barulah kita ekstrak utk dapat emasnya.. Dan ini harus dibakar utk dapat emas yg lebih murni… Seperti itulah kurang lebih… Ada proses pembersihan, penghancuran, ekstraksi, pembakaran utk pemurnian… Semua ada di dalam hidup kita.  Ada di setiap penggal hidup kita..
    Pada puncaknya nanti, kalau mendapat rahmat dan kasih sayang Allah Taala, akan sampai pada dunia idea..
    Apa hayoo…

    Salam.
    –tasim

    *maaf salah ketik, assalamualaikum.. Ze
    maaf saya email ulang, ternyata ga kekirim jg lewat akun gmailku..

  7. Saya lanjutkan ya…
    Nah, dalam perjalanan manusia inilah dalam memahami keping2 hidupnya, segmen2 hidupnya, akalnya bertumbuh, kalau bahasa qurannya ya’qilun dan yafqohun.. Perangkat yg digunakan adalah kalbu, secara umum orang mengertinya sbg hati, walaupun sebenarnya jantung,… Jadi tidak mungkin orang yng memiliki hikmah tidak punya akal, gila, ga waras..
    Perjalanan menghimpun keping2 diri ini pasti perjalanan yg menanjak, terjal, berat, banyak mara bahayanya,.. Dan kalau mendapat pertolongan dan kasih sayang Allah Taala dan sampai titian akhir perjalanan, akan memperoleh daimon, di dunia ideaa, sebagai karunia Allah yang sangat agung, yg akan mendampinginya, menasehatinya….. Permisalannya,  Daimon tsb dipasangkan dalam bingkai cincin emas yg telah dibuatnya dalam hidupnya… Kalau menurut saya, dialah filosof yg sesungguhnya..
    Peristiwa besar ini di rekam dlm alquran…. Coba, dimana Ze??

    Nah, setelah inilah filosof tsb akan memberikan sumbang sihnya yg benar dan besar buat negerinya, mulailah karya2nya, sbg bakti dan pengabdian pada Allah Taala, dan cintanya pada negerinya… Kalau di quran ada sebutannya masing2.

    Mungkin banyak yg tidak sepakat dg pemahaman saya. Silahkan utk menyampaikan pendapatnya..

    Salam…
    –tasim

  8. waalaikumsalam…
    Nah kalau begitu saya rasa masuk akal, bisa dimengerti…lagi soal permisalan diamon dibingkai cincin emas mungkin seperti albert einstein yg berkata “ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh” . begitu ya?

  9. Mungkin, menurutku, harus didefinisikan terlebih dahulu, apakah agama itu, ilmu itu apa? jika acuannya sama, baru bisa,..
    Menurutmu agama dan ilmu itu apa?

    Tapi secara umum, memang demikian…
    lagipula,Tidak mungkin orang beragama kalau tidak punya ilmu terlebih dahulu.

    Btw, sudahkah cek akun email engkau?

    Salam…
    –tasim

  10. Assalamualaikum..
    apa kabar Ze?
    Lama tidak berkunjung ke sini….
    ….
    semoga memperoleh kebaikan yg banyak…

    wassalam
    –tasim

  11. Jangan kita terlalu banyak menggunakan logika yang terbatas…
    Hingga merasa bisa melampaui definisi hakiki dari Tuhan..
    Sungguh mungkin dimata tuhan kita seperti “meja pada tukang kayu yang membuatnya, sang meja bermimpi memikirkan bentuk situkang kayu” padah sendirinya meja tak diciptakan dengan otak..
    Salam.

  12. Salam…

    Adalah pertanyaan yang sulit dicari jawabannya bagi meja, bahwa apakah dirinya bener2 meja. Bahkan sampai meja hancur menjadi debu, bersatu dg tanah, belum tentu selesai dan dpt solusi pertanyaan itu…

    Suatu ketika manakala meja bertemu dg ceetah yg dpt berlari cepat, meja mengatakan, aku adalah ceetah… sama2 punya kaki empat…

    Ketika bertemu kursi, meja berkata, o. .. Aku adalah kursi.. aku dari kayu, ada paku, punya empat kaki. Sama seperti kursi…

    Demikian
    Wassalam..

  13. […]        Tidak ada cinta yang benar sempurna, tak disangka Rana telah menikah dengan seorang lelaki turunan ningrat bernama Arwin (Fedi), namun Fere terlanjur jatuh hati pada Rana-Sang Putri. Begitupun Rana, ia adalah tipe istri yang kurang bahagia karena telah menikah dengan lelaki yang tidak ia cintai. Kini Rana menemukan seorang lelaki yang mencintainya dengan benar-Fere. Keduanya pun menjalin kasih dalam diam. Tak peduli seberapa besar dan tulusnya cinta Arwin.            Sebagai narator, karakter selingan Reuben dan Dimas kerap muncul-berkomentar, menjadi dalang novel masterpiece mereka berdua. Di sisi lain kisah cinta Rana dan Fere berubah menjadi kegelisahan dan rasa takut, tidak ada tempat mengadu paling aman selain “Supernova”-karakter virtual yang ada dan muncul dimana saja. Menjawab tanda tanya orang-orang tentang hidup, memberi apa yang mereka butuhkan tapi bukan apa yang mereka inginkan. hingga akhirnya Arwin (suami Rana) tahu keadaan yang sebenarnya. Rana menangis, kalut karena rasa bersalahnya kepada Arwin. Hal yang segera ia lakukan adalah mundur teratur dari kehidupan Fere dan kembali pada Arwin. Fere remuk redam, peluru melesat dalam kerongkongannya membuat ia jatuh tertidur-sementara.           Fere terbangun dari tidurnya masih dengan perasaan yang sama-namun dengan jiwa yang berbeda, jiwa Fere terbangun bersamaan dengan Diva yang datang bagai sosok bintang jatuh. Hadir secara misterius dalam pertemuan yang tidak biasa, mereka saling mengerti dan paham satu sama lain seperti ada ikatan yang mengaitkan mereka, bahkan dalam diam mereka saling bicara-Telepati. Singkat cerita, Fere mengetahui bahwa Diva adalah sosok nyata dari Supernova-karakter virtual yang muncul dimana saja memberi pencerahan. Dan sekarang inilah tugas Fere sekarang. Baca Juga :Le petit Prince, Sophie Verden […]

  14. Kita mahluk yang serba terbatas, sedangkan tuhan tak terbatas… Tuhan ada bahkan sebelum kata ada itu ada… Dan Tuhan akan tetap ada sekalipun kata ada telah tiada… Maka dengan segala kerendahan hati semoga kita bisa mengerti… Betapa kecil kita.. Bahkan dibanding kepulauan indonesia.. Belum lagi bumi.. Yupiter.. Matahari… Sistem tata surya… Galaksi… Kumpulan galaksi… Kumpulan jutaan galaksi… Bahkan kesudut sudut helix yang tak terjangkau lagi luasnya… Manalah ada hak nya kita memikirkan perihal yang Maha Kuasa.

  15. Boleh lah nimbrung dikit ….
    Berbicara eksistensi Manusia
    Begini kata Descartes
    “Cogito Ergo Sum”

    “Aku Berpikir Maka Aku Ada”

    -Salam UBERMENSCH-

    Add Facebook aku yah…
    Ganesa Gunadewa
    Temukan Dunia Filsafat didalamnya

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s