Filosofi Emas


Gold-jewellery-jewel-henry-designs-terabass.jpg

Layaknya serpih emas,

Berkubang ditanah lempung, pun tetap berkilau mewah

Jikala agni menyala, mestinya kita lebur jadi satu

Jikala dipatri si pemandai, mestinya kita lebih indah

Proses itu….

Hanya Emas si logam mulia yang sanggup melaluinya hingga akhir

Itu mengapa perhiasan emas yang murni sangat tinggi maharnya.

Manakala keindahan cepat pudar, tiada tahan ganguan

Dan mudah rusak…
Boleh jadi adalah perhiasan berbahan murah, emas sepuhan, palsu.

Lantas,

Perhiasan macam apalah engkau ini?

[Suatu hari, gadget dalam genggaman]

2 thoughts on “Filosofi Emas

  1. Raja Midas mengubah segala yg disentuh menjadi emas…

    Sunan Kalijaga mengubah tanah yang dipaculnya menjadi emas…

    The Alchemist mengubah logam apa aja menjadi emas..

    *Ze, jika berkenan ada novel yg menurutku menarik, The Alchemist, karya Paulo Coelho.

  2. seperti seorang geologist
    yang mencari lokasi mineralisasi emas
    harus naik gunung, turun gunung,
    menyusuri sungai ke hulu, ke hilir,
    menyusuri pantai,
    mencari singkapan,
    mencari batuan kontak,
    mencari urat,
    menentukan arahnya
    mencatat data-data

    membuat peta batuan,
    menentukan lokasi yang mungkin,
    membuat soil sampling,
    parit uji, sumur uji,


    sample harus ditumbuk, digiling, dihancurkan, dicuci dari lumpur2
    dan diekstrasi.
    logam berharga penyerta selalu ada
    bisa jadi berupa besi, timah, aluminium, tembaga, perak, emas, dll

    hingga akhirnya, jika mengandung emas, akan didapat logam putih
    yang siap ditiup dibakar oleh api utk memperleh emas
    yang bersih dari pengotor

    Ze,
    kita seperti geologist…
    menyusuri relung-relung sungai hidup kita..
    naik turun gunung ego diri..
    mengeksplorasi diri,
    menyambangi, menyinari gua-gua kegelapan,
    menggelar, menggulung karpet hidup,


    apapun logam yang diperloh, memiliki fungsi dan manfaat masing-masing,
    tidak mungkin emas dijakikan utk bahan beton yang kokoh
    namun besilah yang dijadikan bahan beton yang kokoh..
    aluminium menjadi bahan utk panci, body pesawat,…
    bukan perak, atau emas
    hingga suatu saat, logam-logam itu dibawa ke hadapan Sang Alchemist
    utk ditiup api, yang mensucikannya, memurnikannya, hingga menjadi emas.
    semua jd emas.
    semua menjadi indah pada akhirnya…
    siap menjadi rumah sang Diamond untuk bertahta

    salam…
    –tasim

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s