Resume: Le Petit Prince (I)


lepetitprince

Story By : Antoine de Saint-Exupéry

             Cerita dimulai dengan seorang anak kecil yang suka berimajinasi. Suatu ketika ia membaca buku tentang hutan purba, buku tersebut menjelaskan bahwa seekor ular Boa dapat melilit dan menelan mangsanya secara utuh, tanpa mengunyahnya. Apa yang dibacanya tentang ular Boa itu direnungkan olehnya dalam-dalam dan si anak kecil mulai membuat gambar pertamanya, imajinasi seekor ular Boa gendut yang menelan mangsanya bulat-bulat.    Kemudian si anak kecil menunjukkan gambar itu ke orang dewasa dan bertanya apakah menurut mereka (orang dewasa) gambar itu menakutkan? orang dewasa lantas tertawa karena menurut pandangan mereka itu tidak lebih dari sekedar gambar sebuah topi dan  mengatakan “mengapa orang takut dengan topi?”, si anak kecil menggerutu “Dasar orang dewasa, mereka sendiri tidak pernah mau mengerti apapun”. Maka si anak kecil mulai menggambar lagi, kali ini ia menggambar seekor ular Boa gendut lengkap dengan seekor gajah didalam perutnya. Si anak kecil kembali menunjukan gambar buatannya itu kepada orang dewasa. Namun mereka (orang dewasa) malah menyuruhnya untuk berhenti menggambar dan mulai belajar hal-hal lain, seperti geometri, aritmetika, geografi dan lain-lain. Si anak kecil menuruti nasihat orang dewasa, Ia berhenti menggambar dan tumbuh besar menjadi seorang pilot.

          Si Pilot lupa bagaimana rasanya menjadi anak kecil, Ia terbang malang melintang hampir ke seluruh dunia, sampai disaat ia mengalami kecelakaan dan terdampar di gurun Sahara. Si pilot segera berusaha memperbaiki pesawatnya karena dia hanya punya cukup air minum untuk satu minggu. Dimalam hari dalam kedinginan malam, yang bisa dilakukan hanyalah memandang bintang-bintang.

            Dihari berikutnya Ia bertemu dengan Si Pangeran kecil yang memintanya untuk menggambar seekor domba. Si pilot terheran bagaimana mungkin ada seseorang yang hidup di gurun gersang ini. “Menggambar? Aku tidak tahu cara menggambar” jawab si pilot. “Itu tidak masalah, gambarkan seekor domba untukku ujar pangeran kecil.

                Domba pertama yang digambar oleh si Pilot tampak terlalu sakit-sakitan, dan yang kedua juga tidak disukai oleh pangeran kecil, “kau lihat sendiri kalau ini bukan domba, ini biri-biri jantan karena dia punya tanduk” komentar si pangeran kecil. Gambar domba ketiga tampak terlalu tua sedangkan si pangeran kecil ingin gambar domba yang memiliki umur panjang. Si pilot kehabisan ide, maka ia menggambar sebuah kotak dengan tiga buah lubang berbentuk lingkaran, “Domba yang kau minta ada di dalam kotak ini” ujar si pilot gemas. “Ya, seperti inilah yang kuinginkan!si pangeran kecil kegirangan. “Apa kau pikir domba ini akan banyak makan rumput? Karena ditempat tinggalku semuanya sangat kecil” tanyanya khawatir. Si pilot merasa aneh karena si pangeran kecil bisa melihat domba didalam kotak dengan sangat jelas. “Dia tidak akan makan banyak rumput karena dia adalah domba yang sangat kecil” Si pilot berimajinasi untuk menenangkan hati si Pangeran Kecil. “Tidak terlalu kecil, lihat dia sedang tidur” balas si pangeran kecil sembari menunjukan gambar kotak dengan tiga buah lubang berbentuk lingkaran.

6800430_paramount-sets-little-prince-release-date_fc188f9e_m

* * * * *

               Si pangeran kecil, ia sangat menyukai matahari terbenam. Pangeran kecil bercerita kepada si Pilot bahwa Ia tinggal di sebuah planet yang sangat kecil, berupa asteroid yang berukuran hampir lebih besar dari dirinya, planet itu bernama B-612. Ia hidup seorang diri tanpa ada orang yang diajak bicara, yang ia lakukan hanya memindahkan kursinya beberapa langkah agar dapat melihat planet yang lain. Diplanet B-612 ada tiga gunung berapi yang dua diantaranya sudah tidak aktif, di sana juga tumbuh tunas baobab, sejenis pohon yang sangat serakah, apabilah tumbuh akan sangat besar. Setiap hari si pangeran kecil bekerja keras untuk menghentikan pertumbuhan tunas baobab dengan cara mencabutinya. Karena jika tidak, planet B-612 akan dipenuhi oleh pohon baobab yang amat sangat besar!

Untitled-1.jpg

Namun ada juga bibit yang baik, si pangeran bercerita suatu hari ada benih tertiup angin entah darimana asalnya. Benih jenis baru yang tumbuh dengan baik itu ternyata adalah sebuah mawar yang cantik, si pangeran kecil pun terpesona. Sempurna” kata si pangeran kecil memuji keindahan bunga mawar, dan bunga mawar pun berkata “Aku dilahirkan pada saat yang sama dengan matahari”. Sejak saat itu si pangeran kecil berbagi matahari dengan si bunga mawar.

              Si pangeran kecil amat sayang pada bunga mawar, ketika mawar berkata kalau dia kedinginan, si pangeran kecil melindunginya dengan tudung berupa gelas kaca. Perlakuan istimewa Si pangeran membuat mawar menjadi sombong karena kecantikannya,bahkan mawar berkata bahwa Ia adalah satu-satunya mawar didunia ini sehingga kecantikannya harus senantiasa terjaga. Mereka berdua saling mencintai namun masih terlalu muda untuk tahu bagaimana caranya mencintai. Si pangeran kecil yang lelah karena kesombongan bunga mawar memutuskan untuk melarikan diri meski dengan sedikit keraguan.

Bersambung….

2 thoughts on “Resume: Le Petit Prince (I)

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s