Review: Friday Forbidden Tales-Dunia yang Sempurna


friday-forbid-tales

Menurutmu, bagaimanakah dunia yang sempurna itu? Dan, jika kamu diberi kesempatan untuk menentukan dunia yang sempurna, bagaimanakah kamu merancangnya?

Friday Forbidden Tales adalah komik webtoon berisi kompilasi cerita bergenre horor dengan illustrasi dan ide cerita yang tidak biasa. Menurutku, bagian yang paling menarik adalah meskipun tanpa mengumbar adegan pembunuhan yang dramatis atau hantu-hantu secara berlebihan, cerita ini sungguh terasa menyeramkan secara psikologis-cukup untuk membuat kita merinding tapi juga merenung. Dari berbagai cerita ada satu yang ingin aku share di postingan ini karena pesannya bagus. Di episode yang berjudul: Dunia yang Sempurna, intisarinya kira-kira begini “Keinginan manusia yang tak pernah ada habisnya-adalah kisah horor yang paling nyata keberadaanya, halus melebur diantara kita (mereka, kamu,dan aku)”.

Cerita yang mengalir disajikan dalam bentuk pemikiran si tokoh utama. Adalah seorang “Aku”- Lelaki cerdas berusia 33 tahun yang dunianya disibukkan oleh rutinitas menjenuhkan ala orang dewasa pada umumnya. Meskipun “Aku” telah bekerja diperusahan besar dengan jabatan penting, memiliki selera hidup yang tinggi dan aset yang cukup besar selalu merasa bahwa dunianya begitu menyedihkan (ya mungkin karena berbagai macam tuntutan, belum lagi persoalan sosial dimana persaingan gengsi begitu ketat)  tidak ada lagi kebahagian.

Suatu hari sesosok makhluk aneh datang kepadanya untuk menawarkan permohonan, jika “Aku” meminta apa saja kepadanya, makhluk itu berjanji akan segera mengabulkan-permintaan apapun itu. “Aku” yang cerdas menyadari bahwa makhluk aneh itu sangat mencurigakan. “Aku” berpikir mungkin ia adalah iblis yang licik dan jangan sampai “Aku” terjebak oleh tipudayanya. Bagaimana pun juga “Aku” tidak ingin melewatkan kesempatan  untuk membuat suatu permintaan, maka dengan cermat “aku” meminta kepada makhluk aneh itu. “Aku ingin bisa memohon apa pun, tanpa batas, selamanya… Kabulkan permohonanku” dan si makhluk aneh pun menyetujuinya. Dititik ini, aku yakin jika kalian berada di posisi “Aku”, kalian akan melakukan hal yang sama kan? Umumnya seperti itu, aku pun mengakuinya.

4

Dan dimulailah pada hari itu, hari yang baru, hidup sesuka hati, makan makanan enak setiap hari, pergi kemanapun semaunya. Dan tak ada lagi pengharapan yang tidak pasti, rutinitas kerja yang melelahkan, perjuangan penuh emosi, dan hubungan sosial yang buruk. “Aku” sangat senang, dan makin hari permintaan yang “Aku” minta makin tak terkendali, “Aku” meminta semua yang bisa “Aku” bayangkan, “Aku” meminta hal-hal yang diluar imajinasiku. Setelah semua hal terpenuhi tak terasa satu tahun telah berlalu.

Tidak ada lagi hal menakjubkan untuk dilakukan. Maksudku, tentu saja masih ada hal menarik lain yang tak terhingga jumlahnya, di dunia yang belum pernah “Aku” lihat. Tapi sekarang, tidak peduli apapun yang ku lakukan, tak ada yang bisa membuatku semangat melakukannya (karena aku sudah bosan),  (rasanya tidak seperti saat pertama kali aku melakukannya). Begitulah meskipun sudah banyak hal luar biasa yang “Aku” alami selama ini tetap saja masih terasa tidak nyaman. Pada akhirnya batas penghargaan akan manfaat suatu benda cenderung berkurang karena pengalaman yang berulang-ulang.

“Aku” menyadari bahwa”aku” mulai jenuh dengan semua ini, dan jika “Aku” tidak berpikir lebih bijaksana, kejadian ini akan terus berlangsung tak ada habisnya. Setelah terus-menerus merasa  cemas “Aku” mengajukan permintaan terakhirnya pada si Makhluk aneh, sebuah permintaan yang cukup sederhana, “Aku” ingin merasa puas-namun bagaimana caranya agar “Aku” menjadi puas? Ya, “Aku” berpikir akan puas jika aku merasa bahagia. Dan bagaimana caranya agar “Aku” menjadi bahagia? “Aku” pikir akan bahagia jika aku telah merasa puas. Kepuasan dan Kebahagian, keduanya saling berhubungan sebab-akibat. Jika kamu puas maka kamu akan merasa bahagia, dan itulah kunci kehidupan yang sempurna. 

 Buat aku selalu bahagia, dan terus menerus gembira. Buat aku puas dan mensyukuri segala situasi. Jadi aku bisa tersenyum dan mensyukuri segala situasi. Beri aku kehidupan yang sempurna !

Jadi kau tahu tidak, apakah si “Aku” berhasil mendapatkan dunia yang sempurna? Si Makhluk aneh membuat “Aku” menghabiskan seluruh sisa hidup dengan menjadi GILA!

123

Di dunia yang tidak sempurna ini, bahkan manusia pun diciptakan tidak ada yang sempurna agar senantiasa berusaha dan bersyukur, begitulah postulat kehidupan. Bagaimana kebahagiaan dan kepuasan tercipta tanpa alasan dan perjuangan? Pada dasarnya semua orang tahu pasti sistem kehidupan ini berkerja. Tapi tak jarang banyak yang menyerah lalu mengeluh, sedang lainnya ada yang mengambil jalan pintas. Kadang kita sering berpikir kita kerap berada pada posisi yang menyedihkan, padahal boleh jadi justru disitulah nantinya kita akan merasakan kebahagiaan atas apa yang kita perjuangankan.

Kalau kita hanya makan nasi dan garam tiap hari, kita akan mengerti betapa enaknya sepotong tahu dan tempe. Jika kita biasa makan tahu dan tempe, kita akan mengerti betapa enaknya sepotong ayam goreng. Namun jika kita hanya terbiasa makan ayam goreng, kita mungkin tidak akan mengerti bahwa ayam goreng adalah makanan enak. Dan bila mana yang tersedia hanya nasi dan garam kita akan merasa bahwa hidup itu kejam.

Semakin tinggi tuntutan kita akan kehidupan yang sempurna maka semakin susah kita menemukan alasan untuk bahagia. Seseorang yang ku kenal pernah berkata “Dunia ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup, namun tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan orang-orang yang rakus”. Menurutmu, bagaimanakah dunia yang sempurna itu? Dan, jika kamu diberi kesempatan untuk menentukan dunia yang sempurna, bagaimanakah kamu merancangnya? Semua terserah kamu.

Referensi : Friday Forbidden Tales

One thought on “Review: Friday Forbidden Tales-Dunia yang Sempurna

  1. Salam Ze,
    Apa kabar?

    Ada satu hal yg belum dimintakan oleh “Aku”. . Selama ini yg jd orientasi dan pandangannya adalah segala yg ada di luar dirinya. Dunia Yg belum disentuh olehnya. Sebuah semesta dalam diri yg melingkupi seluruh semesta raya.
    Semesta di dalam seperti cermin bg semesta raya…

    Bagaimana kalo “Aku” meminta utk dpt menyelami kedalaman semesta dlm diri ini?

    Salam
    Tasim

Ada Komentar ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s