Review Materi: BIOGAS


 

Untitled-2

Hallo, tadi pagi iseng-iseng ngereview pelajaran kuliah nih  jadi ingat kalau punya janji posting resume-nya. Semoga bermanfaat yah! 🙂

  • DEFINISI BIOGAS

Biogas merupakan bahan bakar gas (biofuel) dan bahan bakar yang dapat diperbaharui (renewable fuel) yang dihasilkan secara anaerobic digestion atau fermentasi anaerob dari bahan organik dengan bantuan bakteri metana seperti Methanobacterium sp. Bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas yaitu bahan biodegradable seperti biomassa (bahan organik bukan fosil), kotoran, sampah padat hasil aktivitas perkotaan dan lain-lain. Akan tetapi, biogas biasanya dibuat dari kotoran ternak seperti kerbau, sapi, kambing, kuda dan lain – lain. Kandungan utama biogas adalah gas metana (CH4) dengan konsentrasi sebesar 50 – 80 % vol. Gas dalam biogas yang dapat berperan sebagai bahan bakar yaitu gas metana (CH4), gas hidrogen (H2) dan gas karbon monoksida (CO) (http://en.wikipedia.org, 2012 dan http://www.bioenergy.org.nz, 2012).

  • PROSES PEMBUATAN BIOGAS

Proses pembuatan biogas dilakukan secara fermentasi yaitu proses terbentuknya gas metana dalam kondisi anaerob dengan bantuan bakteri anaerob di dalam suatu digester sehingga akan dihasilkan gas metana (CH4) dan gas karbon dioksida (CO2) yang volumenya lebih besar dari gas hidrogen (H2), gas nitrogen (N2) dan gas hydrogen sulfida (H2S). Proses fermentasi memerlukan waktu 7 sampai 10 hari untuk menghasilkan biogas dengan suhu optimum 35 oC dan pH optimum pada range 6,4 – 7,9. Bakteri pembentuk biogas yang digunakan yaitu bakteri anaerob seperti Methanobacterium, Methanobacillus, Methanococcus dan Methanosarcina (Price and Paul, 1981).

Biogas yang dibuat dari kotoran ternak sapi mengandung gas CH4 sebesar 55 – 65 %, gas CO2 sebesar 30 – 35 % dan sedikit gas hidrogen (H2), gas nitrogen (N2) dan gas – gas lain. Panas yang dihasilkan sebesar 600 BTU/cuft. Sedangkan, biogas yang dibuat dari gas alam mengandung gas CH4 sebesar 80 % dengan panas sebesar 1000 BTU/cuft. Kandungan gas CH4 dari biogas dapat ditingkatkan dengan memisahkan gas CO2 dan gas H2S yang bersifat korosif (http://www.sciencedirect.com/, 2007).Read More »

Reaksi Biokimia Pada Produksi Kecap Manis


Re-mind yuk! Sedikit share materi PKL-ku nih semoga bermanfaat.

Proses produksi kecap terutama proses fermentasi yang memanfaatkan aktivitas hidup mikrobiologis dan kemutakhiran teknologi terapan selama produksi kecap dipandang sebagai prioritas utama, karena aspek ini merupakan komponen penting dari proses produksi kecap untuk meningkatkan nilai jual produk kecap sebagai salah satu jenis produk hasil fermentasi.  Namun demikian perlu diperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh selama proses produksi kecap berlangsung, hal ini dikarenakan nutrisi yang terkandung di dalam kecap dipengaruhi oleh perlakuan terhadap bahan yang diberikan selama proses produksi.

 Kecap yang dibuat dengan cara fermentasi dapat menghasilkan kecap tradisional dan memiliki cita rasa yang khas. Kecap dengan proses hidrolisa akan menghasilkan jenis kecap modern. Kecap modern dapat dibuat dalam waktu yang singkat atau cepat namun tidak memiliki cita rasa yang khas sehingga kurang disukai konsumen. Kecap hasil proses fisis atau pencampuran akan menghasilkan kecap dengan kondisi yang dapat diatur (Suprapti, 2005). Berikut adalah reaksi biokimia yang terjadi pada saat proses pembuatan kecap:

  1. Hidrolisis protein

Kapanh jenis Aspergillus Oryzae dan Rhizopus Soyae menghasilkan enzim protease (enzim pemecah protein) dan menghidrolisis komponen protein 65-90% menjadi bentuk rantai lebih sederhana. aktivitas protease optimal pada suhu 20,5 ËšC selama 5 hari.

Protein kedelai diubah menjadi bentuk protein terlarut, peptide, pepton, dan asam amino. Asam amino terutama asam glutamate merupaka  komponen pendukung flavor. Komponen nitrogen pendukung flavor diantaranya adalah arginine, histidin, dan amonia yang membentuk senyawa garam dengan asam glutamat sehingga terbentuk flavor yang enak. Flavor ini akan dikuatkan dengan penambahan gula tebu pada saat pemasakan.

1.

Gambar 1. Salah satu reaksi hidrolisis protein GlycylalanineRead More »