Review: Friday Forbidden Tales-Dunia yang Sempurna


friday-forbid-tales

Menurutmu, bagaimanakah dunia yang sempurna itu? Dan, jika kamu diberi kesempatan untuk menentukan dunia yang sempurna, bagaimanakah kamu merancangnya?

Friday Forbidden Tales adalah komik webtoon berisi kompilasi cerita bergenre horor dengan illustrasi dan ide cerita yang tidak biasa. Menurutku, bagian yang paling menarik adalah meskipun tanpa mengumbar adegan pembunuhan yang dramatis atau hantu-hantu secara berlebihan, cerita ini sungguh terasa menyeramkan secara psikologis-cukup untuk membuat kita merinding tapi juga merenung. Dari berbagai cerita ada satu yang ingin aku share di postingan ini karena pesannya bagus. Di episode yang berjudul: Dunia yang Sempurna, intisarinya kira-kira begini “Keinginan manusia yang tak pernah ada habisnya-adalah kisah horor yang paling nyata keberadaanya, halus melebur diantara kita (mereka, kamu,dan aku)”.Read More »

Advertisements

Boneka untuk Bian


autumn-littel-girl-forest-sad-lonely-alone-red-nature-princess-doll

“Pertama kali dalam hidupku, Aku pernah berdoa sungguh-sungguh ingin hidup sendirian di muka bumi ini. Aku benci keramaian, aku merasa banyak yang menyorotiku acapkali berada dikerumunan orang banyak. Rasanya tidak bisa bernafas lega. Lagi pula, dari sekian banyak orang yang berkelindan itu, wajahnya penuh dengan topeng. Mereka terlalu banyak memiliki topeng, hingga aku sulit membedakan yang baik dan buruk. Aku lebih suka sendiri, dengan begitu beban dan masalahku berkurang. Kau tahu kan? Bahkan jika kau bersikap baik, pun sebagian orang masih menilaimu buruk. Jadi mulai sekarang terbiasalah bersikap apa adanya dan tidak perlu ambil pusing tentang apa yang ingin kau lakukan. Jika mereka tidak suka, biarkan mereka pergi darimu, atau kau yang pergi dari mereka. Beres, kan?”

Read More »

Filosofi Elang


free-hawk-cool-hd-wallpaper-free-birds-picture-for-background

Langit tampak sangat indah saat fajar.

Ada cahaya kemerahan di langit timur, dan beberapa bagiannya terpantul dipermukaan laut – pecah berserakan seperti debu kristal yang mengapung.

Dalam hitungan menit, kini jelaslah sudah bentang horizon di mata si Elang.

Ini adalah pemandangan paling hebat yang sangat dinanti-nanti semua makhluk hidup.

Namun, Si elang meratap dengan hati sedih, dipikirannya adalah…

Kenapa dia tidak dapat menyelam ke air dalam seperti ikan ?

Bagaimana jika Elang menjadi ikan? Berenang di kedalaman air, jauh dari matahari dan tidak bisa terbang tinggi. (Padahal ia punya sayap kokoh-dengan itu cukuplah baginya melintasi tinggi langit yang berlapis-lapis dan mata yang tajam, mata elang memiliki sudut penglihatan 300 derajat dan dapat memperbesar bayangan sekitar enam hingga delapan kali. Elang dapat melihat tanah seluas 30.000 hektar ketika terbang pada ketinggian 4.500 meter.)

Bagaimana jika Elang menjadi ikan? Hidup senang sebentar, berenang kesana kemari kemudian mati kena bom dan jadi santapan makan siang para manusia (Padahal ia adalah burung jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia, mencapai 70 tahun lamanya)

Elang diam sejenak, sadar kalau langit tampak sangat indah saat fajar.

Si Elang membentangkan sayapnya lebar-lebar. Kini ia siap terbang tinggi lagi, mengejar matahari.

Masing-masing dari kita punya keistimewaan yang berbeda,

Kekurangan juga penting untuk introspeksi (tidak sama dengan “kurang bersyukur”)

agar kita tidak tinggi hati.

-Inspired By Bestiest Father

Resensi: Sophie Verden


IMG-20121218-01332

Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya.

-Goethe

          Seperti itulah Kalimat pertama yang dikutip Jostein Gaarder dalam rangka mengawali novel filsafat yang ditulisnya, yang kemudian diakhiri oleh berlembar-lembar kata indeks yang enggan ku baca. hahaha. Dan… dipostingan kali ini aku tidak akan mengulas kelebihan dan kekurangan novel ini. Mungkin sebagian dari kita semua punya presepsi tersendiri dalam menilai jadi aku hanya ingin menulis ringkasan ceritanya saja, disamping karena aku sudah berjanji akan menulis spesial untuk teman-teman yang enggak doyan baca novel 800 halaman, aku juga ingin melatih ingatanku dan kemampuan meringkasku. Bisa dibilang ini buku lama tapi cukup membuka wawasan loh. Jadi begini ceritanya :

          Adalah Sophie Amundsen, seorang gadis berusia 14 tahun dengan karakter ceria, penuh rasa ingin tahu dan menyayangi hewan. Sama halnya seperti gadis-gadis lain, Sophie menghabiskan masa remaja dengan sekolah dan bermain sepanjang hari bersama sahabat tersayangnya-Joanna. Bersama ibunya yang bekerja sebagai penerjemah bahasa latin, sophie tinggal di daerah pinggiran kota, sementara ayah Sophie-yang seorang nahkoda tanker minyak sedang berlayar entah kemana. Sungguh kehidupan remaja yang biasa-biasa saja, sampai suatu hari di bulan Mei sebuah amplop putih misterius mendarat dikotak surat kediaman tempat Sophie dan ibunya tinggal. Bukan surat kabar untuk ibunya dan juga bukan surat dari bank yang seperti biasa ditujukan untuk ayahnya. Amplop putih tanpa perangko dan tanpa identitas pengirim ini ditujukan untuk “Sophie Amundsen, 3 Clover Close” setidaknya itulah satu-satunya yang sophie tahu. Lebih heran lagi ketika Sophie membuka amplop tersebut, isinya adalah secarik kertas kecil-tertulis “Siapakah kamu?”

          Pertanyaan itu begitu membingungkan, semakin Sophie memikirkan hal itu makin banyak statemen yang muncul dibenaknya. Di depan cermin kamar mandi Sophie tertegun, melihat refleksi wajahnya sendiri. Siapakah kamu? Dia adalah Sophie Amundsen, tentu saja! Tapi, siapa Sophie Amundsen itu? Bagaimana jika namanya bukanlah Sophie, misalnya saja berganti menjadi Lillemor Amundsen. Apakah dia akan tetap menjadi Sophie Amundsen seperti yang orang lain kenal? Yah, terkadang Sophie ingin menjadi orang lain karena penampilan dan wajahnya. Belum habis kebingungan Sophie, surat misterius datang lagi dengan sebuah pertanyaan Dari mana datangnya Dunia?”, kali ini Ia benar-benar berpikir. Sepanjang hidupnya ia tinggal didunia ini, namun baru kali ini seseorang bertanya dari mana datangnya dunia-dan ia menyadari bahwa ia tidak tahu. Sejak saat itu hari-hari Sophie tak pernah terlewatkan tanpa berpikir, surat misterius yang selalu datang mengajarkan Sophie tentang kehidupan filosofis.Read More »