Boneka untuk Bian


autumn-littel-girl-forest-sad-lonely-alone-red-nature-princess-doll

“Pertama kali dalam hidupku, Aku pernah berdoa sungguh-sungguh ingin hidup sendirian di muka bumi ini. Aku benci keramaian, aku merasa banyak yang menyorotiku acapkali berada dikerumunan orang banyak. Rasanya tidak bisa bernafas lega. Lagi pula, dari sekian banyak orang yang berkelindan itu, wajahnya penuh dengan topeng. Mereka terlalu banyak memiliki topeng, hingga aku sulit membedakan yang baik dan buruk. Aku lebih suka sendiri, dengan begitu beban dan masalahku berkurang. Kau tahu kan? Bahkan jika kau bersikap baik, pun sebagian orang masih menilaimu buruk. Jadi mulai sekarang terbiasalah bersikap apa adanya dan tidak perlu ambil pusing tentang apa yang ingin kau lakukan. Jika mereka tidak suka, biarkan mereka pergi darimu, atau kau yang pergi dari mereka. Beres, kan?”

Read More »

Advertisements

Life by Day


IMG20160822120429

Bagaimana bisa berkata-kata? Sedang kita tak sebahasa

Bahasaku tak seperti bahasamu, pun bahasamu aku tak mengerti

Begitu juga kau tak mengerti bahasaku…

Aku gemar bermain rumput di tanah, sedang kau kian naik ke langit.

Aku lelah terus menengadah, pun kau merunduk sejenak saja sulit.

Lihatkah kau mataku berkaca-kaca?

Bagaimana ini?

Hai Engkau, bagaimana jika…

Kita berbahasa dalam diam saja, selama kita hidup, dari hari ke hari-sampai mengerti

 Karena aku terbiasa mengulang tahun bersamamu